Carut marutnya pendataan masyarakat miskin penerima bantuan sosial di kabupaten jember, akibat para pemangku kepentingan mempunyai kepentingan lain. Diantaranya pendataan masyarakat miskin dijadikan komoditas kampanye bagi para calon kepala desa.
Hal ini disampaikan kepala dinas sosial kabupaten jember Eko Heru Sunarso, menanggapi data tingginya angka kemiskinan di kabupaten jember. Menurut heru, tidak jarang kepala desa memasukkan warganya sebagai penerima bantuan sosial, karena masih ada hubungan keluarga, atau tim sukses saat pilkades.
Untuk itu heru berharap, ada keberanian dari para pemangku kepentingan di tingkat bawah, menganulir warganya dari data warga miskin, jika tidak memenuhi kriteria miskin seperti yang ditentukan. Karena hanya dengan cara inilah data kemiskinan di kabupaten jember benar-benar valid.
Heru berharap para pejabat di tingakt kecamatan dan desa beserta jajarannya, memanfaatkan peluang revisi data setiap 6 bulan, yang diberikan oleh kementerian sosial, untuk memperbaiki data masyarakat miskin. Sebab heru banyak menemukan adanya masyarakat yang benar-benar miskin tidak masuk pendataan, di sisi lain banyak masyarakat yang tidak miskin masuk dalam kategori miskin.
(1.065 views)