Fraksi Gerindra Pertanyakan Pemberlakuan Kantong Pastik Berbayar Di Jember

Fraksi Gerindra DPRD Jember pertanyakan kantong plastik berbayar, yang sudah diterapkan mini market berjaringan di Kabupaten Jember. Padahal Jember tidak termasuk kabupaten yang ikut melakukan uji coba pemberlakuan kantong kresek berbayar tersebut.
Kepada sejumlah wartawan Ketua Fraksi Gerindra Dprd Jember Masduki Kamis siang mengatakan, dirinya selaku Ketua Fraksi Gerindra, akan meminta Komisi B memanggil Kepala Disperindag, untuk klarifikasi.
Masduki berharap, karena memang belum ada keputusan dari instansi terkait tentang pemberlakuan kantong plastik berbayar ini di Jember, sebaiknya toko modern berjaringan tidak membebani konsumen, untuk membayar kantong plastik senilai 200 rupiah.
Lebih jauh Masduki menjelaskan, memang jika dilihat harganya 200 rupiah merupakan nilai yang kecil. Tetapi jika dihitung seluruh mini market berjaringan di Jember, tentu bukan angka yang sedikit untuk menambah laba mini market berjaringan.
Diberitakan sejumlah media nasional sebelumnya, 22 kabupaten dan kota se Indonesia pertanggal 21 Februari lalu, mulai melakukan uji coba penerapan kantong plastik berbayar, sesuai surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup.
Penerapan kantong plastik berbayar ini bertujuan agar masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik, yang merupakan sampah sulit terurai. Sebab saat ini tercatat Indonesia merupakan produsen sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina.

(599 views)