Penggugat Minta Toko Busana Muslim Syafia Dieksekusi Tanggal 22 Februari Mendatang

Lilu pemilik Toko Centrum selaku penggugat, meminta Pengadilan Negeri Jember melakukan eksekusi terhadap Toko Busana Muslim Syafia sesuai putusan, tanggal 22 Februari mendatang.
Kuasa hukum Lilu, Rudi Masjono usai rapat koordinasi di Pengadilan Negeri Jember Kamis siang mengatakan, kliennya tidak bersedia memberikan tenggang waktu lagi, karena tenggang waktu yang diberikan oleh pengadilan dinilai sudah cukup panjang.
Karena itu dalam rapat koordinasi yang di gelar Kamis siang, dirinya menyampaikan kepada majelis hakim dan pihak kejaksaan, untuk melakukan eksekusi sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Jember. Karena sudah memiliki hukum tetap hingga di tingkat kasasi, pemilik Toko Busana Muslim Syafia harus mengosongkan tokonya tanggal 22 Februari mendatang.
Sementara Gunawan Hendro selaku kuasa hukum pemilik Toko Busana Muslim Syafia Shiraz Husein, meminta proses eksekusi ditunda, sampai turunnya putusan peninjauan kembali yang diajukan kliennya di mahkamah agung. Gunawan juga meminta majelis hakim mempertimbangkan 136 karyawan syafia yang hingga saat ini masih aktif bekerja.
Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri Jember menjatuhkan vonis 1 tahun penjara terhadap pemilik Toko Busana Muslim Syafia, Siraz Husein, dalam kasus penggelapan. Putusan Pengadilan Negeri Jember ini dikuatkan putusan kasasi mahkamah agung. Setelah sempat masuk daftar pencarian orang atau DPO Polres Jember, selasa malam Siraj Husein berhasil diamankan di sebuah cafe di kawasan kampus.

(1.217 views)