Penambang Ilegal Gunung Manggar Seluruhnya Warga Setempat

Penambang ilegal yang beroperasi di gunung manggar wuluhan, seluruhnya merupakan warga lokal. Demikian disampaikan kepala perhutani KPH jember Johan Suryo Saputro.

 

Johan menerangkan, penambangan liar gunung manggar dimulai sejak tahun 2013 lalu. Ketika tambang emas tumpang pitu banyuwangi ditutup, para penambang yang mayoritas berasal dari jawa barat, eksodus ke gunung manggar dengan mempekerjakan warga lokal.

 

Namun ketika dilakukan operasi besar-besaran tahun 2014 lalu, para penambang meninggalkan areal gunung manggar, dan menjual peralatannya kepada warga lokal. Sejak saat itulah lanjut johan, warga sekitar desa kesilir wuluhan yang sebelumnya hanya sebagai pekerja, melakukan aktifitas penambangan sendiri yang beroperasi sampai hari ini.

 

Diberitakan sebelumnya, menyusul terjadinya penghadangan 3 orang wartawan bersama satu orang polisi oleh puluhan penambang, tim gabungan tni-polri dan perhutani, dipimpin langsung kapolres jember AKBP Sabilul Alif jumat pagi melakukan operasi di gunung manggar.

 

Selain memberikan deadline waktu kepada warga  sekitar untuk menyerahkan peralatan tambangnya, kapolres berjanji akan melakukan penutupan seluruh lubang galian tambang pekan depan, dengan mengerahkan sedikitnya 500 orang personil, yang akan menginap di gunung manggar hingga seluruh lubang tertutup total.

 

(578 views)