Terlambatnya Penyerahan LPPDK Paslon Dinilai karena KPU dan Panwaslih Lemah

AHMAD HANAFI

Jember Hari Ini – Terlambatnya pelaporan dana kampanye oleh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jember, merupakan kesalahan dan kelemahan KPU dan Panwaslih. Demikian disampaikan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) wilayah Jember, Multazam.

Menurut Multazam, seharusnya KPU proaktif dengan segala upaya, agar Pasangan Calon memenuhi pelaporan dana kampanye sesuai jadwal yang ditentukan. Panwaslih seharusnya juga melakukan pemantauan lebih ketat terhadap penyerahan laporan dana kampanye tersebut. Sebab, aturannya sangat jelas dan tegas, dampaknya bisa mempengaruhi kelanjutan tahapan penyelenggaraan pilkada Kabupaten Jember.

Saat dikonfirmasi melalui handphonenya, Multazam mengaku berada di kantor KPU pada detik-detik berakhirnya waktu pelaporan dana kampanye tanggal 6 Desember jam 18.00 waktu setempat. Saat itu divisi hukum KPU maupun anggota Panwaslih tidak berada di kantor KPU. Padahal, seharusnya KPU dan Panwaslih proaktif memantau dan mengingatkan, agar Paslon tidak terlambat menyerahkan LPPDK. KPU dan Panwaslih baru panik setelah sekitar jam 18.00 WIB dirinya memberitahukan, terkait keterlambatan pelaporan dana kampanye tersebut.

Anggota KPU Jember, Ahmad Hanafi, ketika dikonfirmasi menyatakan, sah-sah saja JPPR menilai tugas dan kewenangan penyelenggara pemilu. Tetapi menurut Hanafi, KPU sudah melaksanakan tahapan pilkada sesuai peraturan dan undang-undang, termasuk terkait pelaporan dana kampanye.

Sementara Ketua Panwaslih Kabupaten Jember, Dima Akhyar, justru menilai balik JPPR perlu memperbaiki sumber daya manusianya sebelum melakukan penilaian terhadap kinerja Panwaslih. Menurut Dima, Panwaslih sudah bekerja sesuai tugas dan fungsinya, khususnya terkait pelaporan dana kampanye tersebut.(Fath)

(729 views)