Audiotorial “Masih Seputar Coblosan”

ILUSTRASI - PEMILU

Komisioner KPU Kabupaten Jember, Pak Mohammad Sai’in, berpesan, masing-masing Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati dan pendukungnya hendaknya menunggu hasil rekapitulasi resmi KPU. Dikatakannya, perhitungan cepat atau quick count, bukan hasil resmi melainkan merupakan referensi. Rekapitulasi KPU menurut Pak Sai’in dilakukan 16-18 Desember.

Begitulah aturannya. Maka semua pihak mesti mematuhinya. Sebab, sekali lagi, substansi demokrasi adalah kepatuhan terhadap aturan main. Demokrasi menghendaki ketertiban. Tidak ada demokrasi tanpa tertib politik, dan tidak akan pernah ada ketertiban tanpa kepatuhan terhadap aturan.

Taat aturan sangat penting bagi ikhtiar melembagakan dan mentradisikan demokrasi, melembagakan dan mentradisikan pemilu damai. Kalau demokrasi sudah melembaga, pemahaman terhadapnya lebih substansial, maka tidak perlu lagi ada deklarasi damai. Tidak perlu lagi ada pakta integritas kontestan. Sebab, semua warga terikat dan mengikatkan diri pada apa yang orang pintar menyebutnya general agreement, kesepakatan umum, kesepakatan bersama. Kesepakatan yang jika ditaati memberikan manfaat dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Hingga di sini makin jelas, mengapa sikap menjunjung tinggi aturan main sangat penting. Maka, jika Komisioner KPU, Pak Mohammad Sai’in, menyampaikan harapan agar semua pihak bersabar menunggu pengumuman resmi KPU, seruan itu hendaknya diapresiasi dengan memenuhi aturan main.

Akhirnya, di dunia ini tidak satupun masyarakat yang tidak disatukan oleh kesepakatan bersama dengan seperangkat aturan main. Bahkan, di masyarakat yang berbudaya politik parokial di pedalaman sana. Sebab, adalah  kesepakatan bersama dengan segenap pranata dan tatakramanya yang menyatukan masyarakat. Ketika kesepakatan dilanggar, maka yang terjadi adalah perpecahan yang mengarah pada berlakunya hukum rimba. Lalu masyarakat berubah menjadi masyarakat yang orang pintar menyebutnya Uncivilized  alias tak berperadaban. (Aga)

(535 views)