67 Warga Binaan Lapas Terancam Tidak Bisa Salurkan Hak Pilihnya

ILUSTRASI - PEMILU

Jember Hari Ini – Direktur Jendral Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM, Widodo Eka Cahyana, menyebutkan ada 67 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Jember terancam tidak bisa menyalurkan hak pilihnya dalam pilkada Rabu (9/12/2015) besok.

Selain di Lapas Klas IIA Jember, lanjut Widodo, di beberapa lapas lainnya yang ia kunjungi juga banyak warga yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya, karena identitasnya berasal dari luar daerah lapas. Mantan dekan Fakultas Hukum Universitas Jember itu sengaja melakukan sidak ke sejumlah lapas di Indonesia yang menggelar pilkada, untuk memastikan warga binaan lapas bisa menyalurkan hak pilihnya. Seharusnya, kata Widodo, jangan sampai ada warga negara yang kehilangan hak pilih, sekalipun berada dalam lembaga pemasyarakatan. Ia berharap, persoalan ini mendapat perhatian serius dari semua pihak, terutama bagi penyelenggara pilkada.

Sementara Kepala Lapas Kelas IIA Jember, Tedjo Herwanto, menyatakan, 67 orang  warga binaan yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) diantaranya berasal dari Surabaya, Probolinggo, Bondowoso, Lumajang dan Banyuwangi. Ia berharap, persoalan itu menjadi perhatian penyelenggara pemilu, terutama petugas di tempat Pemungutan Suara (TPS) 35 Lapas Jember.  Sehingga pilkada Rabu besok berjalan aman dan lancar tanpa gangguan apapun. (Fath)

(1.380 views)