Mayoritas Usulan Anggaran Pilkades Di Kepras Karena Tidak Sesuai Standar Harga Barang

Hampir semua usulan dana hibah pilkades yang diajukan oleh panitia harus direvisi, karena tidak sesuai dengan standart harga barang. Demikian Disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Jember, Mohammad Winardi.

Menurut Winardi, pembiayaan untuk event pilkades memang dibantu oleh pemkab jember. namun dalam pelaksanaannya usulan anggaran yang diajukan oleh panitia pilkades, akan diverifikasi 2 tahap di kecamatan. usulan tersebut akan disandingkan dengan standart harga barang terbaru yang dimiliki oleh kecamatan.

Jika ternyata usulan yang diajukan tidak sesuai dengan harga barang, otomatis camat akan langsung mencoret usulan tersebut, dan meminta panitia pilkades segera memperbaikinya. fakta sejauh ini lanjut winardi, hampir semua usulan anggaran yang diajukan oleh panitia pilkades, banyak yang di kepras karena melebihi standar harga barang yang ada.

Mengenai adanya anggaran pilkades yang melebihi nilai dana hibah winardi menjelaskan, sejauh ini memang pemkab tidak mematok anggaran pilkades. sebab dalam undang-undang ditetapkan, pembiayaan pilkades bersumber dari apbd dan sumbangan pihak ketiga yang besarannya tidak di tentukan.

Pemkab sendiri menetapkan bantuan dana hibah untuk pilkades sebesar 75 juta rupiah. sehingga ketika anggaran yang dibutuhkan lebih dari 75 juta, maka harus bisa terpenuhi dari sumbangan pihak ketiga. namun jika anggaran yang di usulkan kurang dari 75 juta, maka seluruhnya akan dipenuhi oleh apbd.

(404 views)