Wakil Ketua Badan Legislasi DPRD Jember Abdul Halim, sarankan Pemkab Jember mencontok Kabupaten Surakarta, dalam memberikan bantuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Data pengguna jamkesda sudah jelas, sehingga tidak mungkin lagi terjadi kekurangan anggaran seperti saat ini.
Menurut Halim, dalam kunjungan kerja Badan Legislasi Ke Pemkot Surakarta beberapa waktu lalu, terlihat jelas bahwa Kabupaten Surakarta jauh lebih siap dibandingkan Jember. Mereka sudah bisa mendata penerima jamkesda baik yang diberikan kepada masyarakat ekonomi menengah keatas, maupun kepada masyarakat menengah kebawah.
Sehingga seluruh masyarakat bisa mendapatkan bantuan pelayanan kesehatan. Bahkan di surakarta pemkot sudah mengeluarkan kartu jaminan kesehatan untuk pelayanan kelas 3. Hanya saja yang membedakan kartu silver diberikan kepada masyarakat menengah keatas untuk, dan kartu gold diberikan kepada masyarakat menengah ke bawah. Sebab nilai bantuan yang diberikan berbeda antara pemegang kartu silver dan gold.
Lebih jauh Halim menerangkan, pemberian bantuan pelayanan kesehatan ini mengadopsi sistem ATM. Masyarakat tinggal gesek kartu yang dimilikinya di rumah sakit. Jika saldo bantuan yang dimilikinya sudah habis, mereka harus bayar sendiri biaya perawatannya. Halim menilai sistem ini lebih efektif dibandingkan memakai spm seperti di jember saat ini, belum lagi ditambah banyaknya calo berkeliaran.
Sebelumnya Ketua Komisi D DPRD Jember Ayub Junaedi juga mengusulkan adanya kartu bagi penerima SPM. Tetapi tentu saja sebelumnya harus diawali dengan pendataan yang akurat. Dengan sistem ini selain menghapuskan praktek calo, juga mengamankan anggaran yang sudah disediakan.
(1.489 views)