Dinkes Akan Ajukan 7 M Untuk Tambahan Jamkesda

Kepala Dinas Kesehatan Jember Bambang Suwartono akui Dana Jaminan Kesehatan Daerah, hanya tinggal Rp 700 Juta saja. diperkirakan Akhir Bulan Mei dana tersebut sudah habis terpakai. Untuk itu Dinas Kesehatan berencana ajukan dana jamkesda dalam P APBD senilai Rp 7 Milyar.

Bambang Suwartono kepada sejumlah wartawan mengatakan, sampai hari ini tercatat dana Jamkesda hanya tinggal Rp 700 Juta, padahal baru 5 bulan berjalan. Untuk serapan dari 3 rumah sakit yakni RSD Subandi, Kalisat dan Balung, rata-rata perbulan Rp 1 Milyar lebih. Untuk itu Bambang berencana mengajukan tambahan anggaran melalui Perubahan APBD mendatan. Asumsinya, jumlah pasien miskin yang datang berobat masih sama seperti saat ini.

Untuk melakukan pembatasan atau memperketat pemakai surat pernyataan miskin atau spm, menurut bambang bukan menjadi kewenangannya. Sebab SPM dikeluarkan oleh kepala desa, yang tahu betul kondisi ekonomi masyarakatnya. Jika ternyata SPM yang dikeluarkan ada kesalahan, maka menjadi tanggung jawab kepala desa untuk mengganti biaya pengobatannya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur RSD Subandi Yuni Ermita menolak menalangi biaya pengobatan masyarakat miskin, jika dana jamkesda sudah habis terpakai. Menurut Yuni rumah sakit tidak memiliki kemampuan finansial sebesar itu. Jika dipaksa untuk memberikan dana talangan, bisa dipastikan rumah sakit akan bangkrut. Apalagi rumah sakit memiliki fungsi pelayanan, bukan sebagai dinas social.

Sementara Ketua Komisi D DPRD Jember Ayub Junaedi ketika dikonfirmasi juga membenarkan menipisnya dana  jamkesda. Untuk itu lanjut Ayub, komisi d akan berjuang keras agar alokasi anggaran tambahan untuk dana jamkesda, tersedia dalam P APBD mendatang sesuai dengan perhitungan dinas kesehatan.

(737 views)
Tag: