Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jember, Selasa pagi menggelar sidak ke beberapa stasiun pengisian bahan bakar (SPBU). Sidak ini dilakukan untuk mengantisipasi penimbunan bahan bakar minyak, oleh spekulan nakal menjelang kenaikan harga BBM.
Asisten II Pemkab Jember Slamet Urip Santoso mengatakan, sidak ini merupakan bagian rekomendasi dari rapat TPID, Senin kemarin. Sebab menjelang kenaikan BBM, muncul aksi penimbunan BBM, yang kasusnya saat ini ditangani Polres Jember.
Selain itu lanjut Urip, pemkab ingin memastikan, Stok BBM di semua SPBU Jember, cukup untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat Jember. Pemkab tidak ingin, menjelang kenaikan bbm, apalagi detik- detik kenaikan harga, BBM justru hilang dari peredaran. Sebab pengalaman sebelumnya, BBM menghilang di detik- detik kenaikan harga. Selain sidak ke beberapa SPBU, Tim TPID juga melakukan sidak ke beberapa gudang beras, milik beberapa pengusaha.
Sementara Pemimpin Bank Indonesia Jember, M Nur Zainuddin mengatakan, data analisis terakhir Bank Indonesia, angka Inflasi Di Jember mencapai 0,28 persen. Angka itu jauh di bawah Jawa Timur dan Nasional.
Zainuddin menambahkan, untuk bulan Maret, angka inflasi sedikit meningkat namun masih terkendali, yakni pada angka 0,40 persen. Faktor yang mendasari perkiraan inflasi tersebut, adalah ekspektasi masyarakat, terhadap rencana kenaikan harga bbm yang diberlakukan April 2012 mendatang.
(1.203 views)
