Tunjangan Sertifikasi Guru MTS Diduga Dipotong Rp 200 Ribu Perorang

Anggota Komisi D DPRD Jember Mohammad Hafidi, mempertanyakan adanya pungutan senilai Rp 200 Ribu, terhadap guru penerima tunjangan sertifikasi yang berada di bawah Kementerian Agama. Komisi D meminta kepala kantor kementerian agama segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Dalam hearing Anggota Komisi D DPRD Jember Mohammad Hafidi mengatakan, banyak sekali laporan yang masuk ke Komisi D baik secara langsung maupun per surat,, sebut misalnya MTS Negeri I, MTS Negeri II, MTS Sukowono dan Umbulsari. Para guru penerima sertifikasi mengaku mendapat potongan sebesar Rp 200 Ribu per orang.

Hafidi berharap pejabat di Kantor Kementerian Agama jangan hanya duduk di belakang meja. Tetapi harusnya memiliki tanggung jawab untuk untuk mengawasi guru sudah mendapat haknya dengan benar,, sebelum persoalan ini menjadi persoalan besar, Hafidi minta Kantor Kementerian Agama segera menindak lanjutinya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Jember Mohammad Raefi mengatakan, bisa jadi potongan tersebut langsung diambil dari rekening penerima. Sebab sejak tahun 2009 ada aturan pajak 15 persen. Tetapi pihaknya tidak mungkin bisa melakukan pemotongan, karena dana tersebut dari pusat langsung masuk ke rekening guru.

Menurut Raefi, persoalan ini mungkin saja muncul karena kurangnya sosialisasi terkait adanya potongan pajak penghasilan. Meski demikian Raefi berjanji akan segera melakukan investigasi di lapangan, untuk mencari kejelasan persoalan tersebut.

Selain persoalan potongan penerima tunjangan sertifikasi, Raefi mengeluhkan belum turunnya tunjangan sertifikasi bagi guru yang lulus tahun 2010 lalu. Yang menjadi kendala, karena guru yang berada di bawah naungan kementerian agama, belum memiliki nomor registrasi guru. Padahal yang berwenang memberikan nomor tersebut kementerian pendidikan dan kebudayaan.

(955 views)
Tag: