Akibat Cuaca Ekstreme, Mitra Tani Alami Kerugian Rp 6 Milyar

Akibat cuaca ekstreme yang terjadi akhir-akhir ini, PT. Mitra Tani yang mengekspor kedelai edamame mengalami kerugian hingga mencapai Rp 6 Milyar. Hal ini terjadi karena banyak sekali tanaman kedele gagal panen akibat terendam banjir.

Direktur PT. Mitra Tani Jember Heri Budiarto menjelaskan, tahun lalu pihaknya mampu memproduksi kedelai edamame kualitas eksport 5 ton per hektar. Tetapi akibat terjadinya hujan terus menerus, yang berdampak terjadinya banjir genangan di bangsalsari hingga merobohkan 10 hektar tanaman kedelai, hasil panen desember sampai januari ini jauh dibawah 5 ton per hektar. Heri memperkirakan tahun ini pihaknya mengalami kerugian hingga 6 milyar rupiah.

Untuk memenuhi permintaan pasar lanjut Heri, pihaknya beberapa bulan kedepan terpaksa harus melakukan perluasan lahan. Jika sebelumnya luas areal tanam yang dimiliki mitra tani 850 hektar, Tahun 2012 ini setidaknya harus bisa mencapai seribu hektar.

Kedelai edamame produksi PT. Mitra Tani sebagai kualitas terbaik kedua di dunia setelah taiwan, 90 persen dipasok ke Jepang. 10 persen sisanya disalurkan ke negara-negara di Eropa.

Mitra tani sejauh ini masih belum berani berspekulasi menjalin kemitraan dengan petani tradisional, untuk memenuhi permintaan pasar. Sebab sebelum Tahun 2000 lalu mitra tani mencoba menjalin kemitraan dengan petani, ternyata petani tidak disiplin dalam penggunaan pupuk organic. Sehingga ketika barang masuk ke jepang dan terdeteksi mengandung residu, seluruh pasokan dari mitra tani ditolak.

(882 views)
Tag: