Kuasa Hukum Terdakwa Alkes Nilai Dakwaan Jpu Salah Alamat

Kuasa hukum dua terdakwa kasus dugaan korupsi alat kesehatan Mohammad nuril menilai dakwaan jaksa penuntut umum salah alamat.

Nuril berpendapat dalamsuratdakwan jaksa, kliennya Subasar didakwa telah melakukan mark up terhadap harga alat kesehatan. Padahal harga perhitungan sendiri atau HPS dibuat oleh panitia pengadaan.

Selain itu lanjut Nuril, Subasar didakwa sebagai pemanfaat barang. Padahal yang bertanda tangan di dalam kontrak bukan yang bersangkutan, melainkan kuasa pengguna anggaran. Sedangkan kliennya hanya bertugas sebagai pembantu kuasa pengguna anggaran.

Begitu juga dengan terdakwa Mahfudi. Sebagai pihak ketiga menurut Nuril, kliennya hanya menawar harga sesuai dengan HPS panitia. Sehingga tidak mungkin kliennya melakukan mark up harga sebagaimana dakwaan jaksa. Dari sini bisa disimpulkan dakwaan jaksa telah error in personal atau salah alamat.

Atas dasar fakta itulah dalam sidang lanjutan Kamis besok Nuril akan meminta kepada majelis hakim pengadilan tipikor, untuk menolak semua dakwaan jaksa penuntut umum.

Sementara jaksa penuntut umum Kliwon Sugiyanta tetap berkeyakinan terhadapsuratdakwaannya. Sebab menurut pendapat jaksa dengan didasarkan pada fakta- fakta hokum, kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan.

(789 views)
Tag: