NU Dan Muhammadiyah Jember Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Umat Beragama

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember, mengecam tindakan anarkis terhadap Ahmadiyah dan pengrusakan gereja di temanggung beberapa waktu lalu.

Ketua Tanfidz  PCNU Jember, Abdullah Syamsul Arifin ketika dikonfirmasi melalui telfon selulernya mengutuk keras aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Ajaran Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, justru sikap toleransi dan saling menghormati sangat ditekankan dalam Islam.

Meski mengecam, Gus Aab demikian panggilan akrab Abdullah Syamsul Arifin, juga menyatakan ajaran ahmadiyah sesat, sebab meyakini adanya nabi baru, yakni Mirza Ghulam Ahmad. Padahal dalam ajaran Islam telah ditegaskan jika Nabi Muhammad adalah nabi terakhir.

Gus Aab juga berharap agar pemerintah pro aktif untuk menjaga kerukunan umat beragama. Jangan sampai pemerintah hanya berpangku tangan melihat kekerasan yang mengatasnamakan agama. Sebab itu akan berdampak kepada disintegrasi bangsa.

Sementara Ketua Muhammadiyah Jember, Baharudin Rasyid juga mengutuk keras aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Menurutnya, aksi tersebut justru tidak mencerminkan sikap sebagai umat Islam.

Hanya saja lanjut Baharudin, persoalannya yang paling mendasar adalah Aqidah yang diyakani Ahmadiyah menyinggung umat Islam. Buktinya mereka mengklaim adanya kitab suci baru, serta nabi baru selain nabi muhammad.

Baharudin juga meminta kepada pemerintah agar bersikap tegas terhadap keberadaan Ahmadiyah. Karena bagaimanapun aliran ahmadiyah sesat, keyakinannya tentang nabi terakhir dan kitab suci sudah berbeda dengan ajaran islam.

Seperti diberitakan di sejumlah media nasional, beberapa waktu lalu, sekelompok masyarakat menyerang Jamaah Ahmadiyah Di Cikeusik Pandeglang Banten, dan selang dua hari kemudian, terjadi pengrusakan gereja di Temanggung Jawa Tengah.

(1.054 views)
Tag: