Diduga Melakukan Pemotongan Dana Kegiatan, Kepala Dan 15 Orang Staf Bappekab Diperiksa Kejaksaan Negeri Jember

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappekab) Pemkab Jember, M-S, rabu, dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri Jember.

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Jember, Sigit Prabowo saat dikonfirmasi membenarkannya. Menurut dia, apa yang dilakukan Kejaksaan Negeri Jember merupakan pelaksanaan perintah Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, melalui surat  perintah dari jaksa agung muda intelejen dan asisten intelejen Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Sigit menambahkan, pihaknya meminta keterangan Kepala Bapekkab Jember dan 15 orang stafnya karena ada laporan LSM lembaga Independen Basmi Suap dan Korupsi (LIBAS), tentang dugaan pemotongan dana SKPD Bappekab sebesar 20 persen, tahun anggaran 2007, 2008, dan 2009.

Sejauh ini lanjut Sigit, laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan dimulai sejak 4 februari. Kejaksaan saat ini masih mengumpulkan data dan bahan keterangan.

Sementara Ketua LSM Libas, David Handoko Seto membenarkan  telah melapor dan sudah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri Jember. Dia juga mengaku, laporan tersebut ia kirim bulan desember lalu ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

David menambahkan, ada sejumlah kejanggalan pada program kegiatan yang dilaksanakan Bappekab. Dimana terdapat pemotongan dengan istilah BOS 20 persen. Berasarkan hasil investigasinya, istilah BOS tersebut diperuntukkan bagi Kepala Bappekab.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bappekab M-S, belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telfon selulernya terdengar nada panggilan namun tidak jawaban. Saat didatangi sejumlah wartawan ke kantornya, yang bersangkutan tidak sedang di tempat.

(917 views)
Tag: