Dinkes Nilai Dugaan Mal Praktek Hanya Salah Paham

Dinas kesehatan Jember menilai dugaan mal praktek terhadap Davin Evan Bahtiar salah satu siswa TK Amalia hanya sebatas salah paham. Dinas kesehatan sudah berupaya memediasi keluarga Davin dengan dokter yang menangani, tetapi nampaknya kedua belah pihak bersikeras menyelesaikannya melalui jalur hokum.

Kepala dinas kesehatan Jember dokter Olong Fajri Maulana mengatakan, persoalan ini memang sudah masuk ke dinas kesehatan yang ditangani langsung oleh dokter Kushayati. Pada prinsipnya dinkes hanya sebatas memediasi antara dokter yang dituduh dengan keluarga Davin. Untuk menentukan apakah peristiwa ini masuk kategori mal praktek atau tidak menjadi kewenangan pengadilan.

Tetapi yang jelas menurut Olong, dari hasil analisa sementara yang dilakukan dinas kesehatan, sebenarnya antara gigi yang di cabut dengan penyakit yang di derita Davin sama sekali tidak ada hubungannya. Meski demikian dinas kesehatan sudah menyarankan dokter yang menangani memberikan bantuan semampunya. Tetapi keluarga Davin meminta seluruh biaya ditanggung sehingga keduanya bersikeras akan menyelesaikannya melalui jalur hokum.

Lebih jauh Olong menerangkan, memang tuduhan mal praktek sangat berat bagi seorang dokter karena menyangkut profesi dan masa depannya. Sehingga bisa dimengerti jika dokter yang menangani davin memilih menyelesaikan melalui jalur hokum, untuk menjaga nama baiknya secara professional. Meski Olong secara pribadi berpendapat persoalan ini hanya salah paham dan masih mungkin diselesaikan secara kekeluargaan.

Sebelumnya peretengahan November 2009 lalu seorang dokter berinisial I melakukan pemeriksaan rutin di TK Amali Kebonsari. Dalam pemeriksaan tersebut dokter I mencabut gigi 6 orang siswa, salah satunya Davin Evan Bahtiar. Pasca pencabutan gigi tersebut gusi Davin bengkak. Karena dirasa semakin parah awal April 2010 lalu orang tua Davin membawanya berobat ke RSU dokter Sutomo Surabaya.

Yang mengejutkan, dari hasil analisa salah satu dokter di RSU dokter Sutomo, Davin disarankan untuk segera melakukan operasi pencangkokan tulang. Meski operasi pertama dinyatakan lancer, dipastikan Davin akan menderita cacat seumur hidup karena 4 giginya tidak mungkin bisa tumbuh lagi. Belakangan baru diketahui bahwa dari 6 orang siswa yang giginya dicabut, hanya satu siswa yang telah mendapat ijin dari orang tua untuk dicabut giginya.

(947 views)
Tag: