Sudah layakkah usulan kenaikan UMK tahun 2011 ?

Belum lama ini Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Jember, telah mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember ke Gubernur Jawa Timur. Hampir bisa dipastikan UMK Jember untuk tahun 2011 akan mengalami kenaikan daripada tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2010, Depekab telah mengusulkan kenaikan UMK sebesar 50 ribu rupiah. Itu artinya jika gubernur menyetujui usulan Pemkab Jember, maka UMK Jember tahun 2011 akan naik menjadi 875 ribu rupiah. Terkait persoalan tersebut, bagaimana komentar aktifis buruh terkait usulan kenaikan UMK tersebut? Kemudian bagaimana pula pendapat DPRD Jember?

Usulan kenaikan UMK Jember sebesar 50 ribu rupiah telah melalui beberapa pertimbangan. Kemudian melihat beberapa hal seperti angka inflasi, pertumbuahn ekonomi dan angka kehidupan layak Jember serta daya beli masyarakat.

Jadi usulan kenaikan UMK sebesar 50 ribu rupiah tersebut, telah dilalui dengan sejumlah pertimbangan dan diskusi mendalam oleh Depekab Jember. Demikian Ungkapan Ketua Depekab Jember Sugiarto.

Menurutnya, dari tahun ke tahun UMK jember selalu mengalami kenaikan. Tahun 2009 lalu UMK Jember sebesar 785 ribu, kemudian tahun 2010 naik menjadi 825 ribu, dan tahun 2011 mendatang diusulkan naik menjadi 875 ribu rupiah. Usulan kenaikan umk tersebut lanjut Sugiarto, tergolong tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten atau kota di wilayah Jawa Timur.

Sugiarto memerintahkan kepada disnakertrans pada saat SK Gubernur telah turun, untuk segera melakukan sosialisasi kepada seluruh perusahaan di jember. Agar pada awal tahun 2011 nanti mendatang, besaran UMK yang baru bisa langsung diterapkan.

Jika pemkab menganggap angka tersebut telah layak, namun Anggota Komisi D DPRD Jember, Syahroni justru menilai usulan kenaikan UMK sebesar 50 ribu rupiah tak terlalu signifikan. Menurut Ayong sapaan akrab Syahroni, jika melihat kebutuhan sehari-hari, kemudian biaya pendidikan yang semakin mahal, usulan UMK sebesar 875 ribu masih terlalu kecil.

Untuk itulah dalam waktu dekat Komisi D kata Ayong, akan memanggil dinas terkait dan Depekab Jember, untuk menanyakan mengapa usulan kenaikan UMK hanya 50 ribu rupiah. Sebab jika melihat kebutuhan hidup layak di jember, paling tidak UMK jember sebesar 900 ribu rupiah.

Ayong berharap, kedepan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tidak diberlakukan general. Tetapi bisa diberlakukan secara sektoral sesuai bidang usaha, dan prestasi kerja karyawan.

Senada dengan ayong, Ketua Serikat Buruh Untuk Kemakmuran (Serbuk) Jember, sutrisno berpendapat, usulan kenaikan UMK sebesar 50 ribu rupiah, menunjukkan jika Pemkab Jember tidak memihak kepada kepentingan buruh.

Berdasarkan hasil perhitungan Serbuk kata Sutrisno, dengan mempertimbangkan kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan yang semakin mahal, minimal UMK Jember sebesar Rp 1,1 Juta.

Untuk itulah lanjut Sutrisno, pihaknya akan berkirim surat kepada Pemkab Jember, sekaligus mempertanyakan mengapa usulan UMK dari pemkab masih sangat minim.

(1,265 views)
Tags: