Mahmud Ancam Banjir Darah Jika Jaksa Memaksa Melakukan Eksekusi

Mantan ketua DPD Golkar Jember yang juga mantan wakil ketua DPRD Jember Mahmud Sardjujono meminta kejaksaan menunda eksukusi terhadapnya sampai turunnya putusan PK. Sebab jika dipaksakan Mahmud khawatir akan terjadi perlawanan dari para pendukungnya hingga menyebabkan terjadinya banjir darah.

Mahmud Sardjujono per telfon mengatakan, dirinya tidak melarikan diri dari eksekusi. Sebab saat pergantian kepala kejaksaan negeri, dirinya sudah berdiskusi dengan kajari, kasi pidum dan kasi pidsus kejaksaan negeri Jember. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa dirinya memang tidak salah. Tetapi atas putusan Mahkamah Agung sama artinya dengan memerintahkan jaksa untuk melakukan eksekusi.

Yang dilakukannya tambah Mahmud merupakan simbol dari perlawanannya, karena proses kasasi diawali dengan berbuatan hukum yang salah. Dalam kuhap pasal 244 lanjut Mahmud, sudah jelas menyebutkan bahwa putusan bebas murni di tingkat pengadilan negeri tidak bisa diajukan kasasi. Tetapi nyatanya jaksa dan hakim agung melanggar sendiri pasal tersebut dan menjatuhkan putusan berbeda dengan pengadilan negeri.

Mahmud mengaku saat ini dirinya berada di Jakarta untuk menunggu putusan mahkamah konstitusi dalam kasus yang dihadapinya. Selain ke MK Mahmud juga melaporkan kasus ini ke komnas HAM dan juga Komisi Yudisial. Hanya saja sesekali Mahmud datang ke Jember untuk menjenguk keluarga dan pendukungnya yang berada di kecamatan Silo.

Mahmud berharap jaksa bersabar menunggu putusan peninjauan kembali untuk melakukan eksekusi terhadapnya. Sebab jika dipaksakan, bukan tidak mungkin akan terjadi perlawanan dari ribuan pendukungnya yang bisa menimbulkan dampak petumpahan darah.

Sementara kepala kejaksaan negeri Jember Sampe Tuah ketika dikonfirmasi sebelumnya mengatakan, pihaknya akan terus mencari keberadaan Mahmud. Sebab kasus Mahmud sudah memiliki kekuatan hukum tetap melalui putusan kasasi Mahkamah Agung. Meski Mahmud mengajukan peninjauan kembali, dalam kuhap sudah jelas PK tidak menghalangi eksekusi.

Data terakhir yang berhasil dihimpun kejaksaan negeri Jember, keberadaan Mahmud terdeteksi berada di dalam hutan di kawasan Silo. Untuk mencapai lokasi menurut Sampe Tuah memang sangat sulit karena beratnya medan yang harus dilalui. Belum lagi faktor keselamatan yang juga menjadi pertimbangan jaksa untuk melakukan eksekusi.

Meski demikian menurut Sampe Tuah, kejaksaan negeri Jember sudah mengirimkan surat kepada aparat kepolisian untuk membantu pencarian terhadap Mahmud. Namun sejauh ini pihak kepolisian sendiri masih belum berhasil memastikan dimana Mahmud sekarang berada.

Diberitakan sebelumnya, mantan wakil ketua DPRD Jember Mahmud Sardjujono dijatuhi vonis 1 tahun penjara dalam putusan kasasi, karena dinilai bersalah telah melakukan penipuan terhadap Happy Indra Kelana, seorang pengusaha asal Surabaya yang gagal menjadi calon bupati mendampingi Mahmud dalam pilkada 2005 lalu.

Happy yang merasa telah mengeluarkan sejumlah uang untuk Mahmud melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib. Dalam sidang di tingkat pengadilan negeri, majelis hakim menjatuhkan putusan bebas murni. Atas putusan ini jaksa penuntut umum mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung hingga akhirnya turun putusan 1 tahun penjara.

(842 views)
Tags: