Menguji Ketegasan Badan Kehormatan DPRD Jember

Setelah sekian lama vakum, akhirnya alat kelengkapan DPRD Jember, Badan Kehormatan (BK) terbentuk. Selama lima tahun kedepan, BK DPRD Jember di dikomandani oleh Yantit Budi Hartono dengan empat anggota. Terpilihnya Yantit sebagai ketua BK, memang sudah diprediksi sejak awal. Sebab, berdasarkan hasil lobi di seluruh pimpinan fraksi, kursi BK menjadi jatah partai golkar. Terkait persoalan tersebut, setelah sekian lama vakum, apa yang menjadi PR utama BK DPRD Jember? Kemudian, untuk menjaga kewibawaan dewan, apa yang akan dilakukan BK ?

Sesuai tugasnya, Badan Kehormatan melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran, baik menyangkut pelanggaran tata tertib maupun di masyarakat, yang dilakukan oleh anggota dewan. Demikian Ungkapan Ketua Badan Kehormatan DPRD Jember, Yantit Budi Hartono.

Yantit mengaku siap untuk mengambil langkah tegas, jika memang ada oknum Anggota DPRD Jember, yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib dan melanggar norma-norma hokum.

Yantit sadar, jika tugasnya sangat berat, apalagi tidak menutup kemungkinan, dirinya dan empat anggota lain, akan dianggap sebagai lawan oleh anggota dewan lainnya. Hanya saja, Yantit tetap berharap, agar semua anggota dewan memahami, dibentuknya BK, tak lain tujuannya untuk menjaga kehormatan institusi dewan.

Tidak jauh berbeda dengan Yantit, anggota badan kehormatan lainnya, Ayub Junaidi mengatakan, dirinya menyadari jika selama sembilan bulan BK mengalami kekosongan. Tidak menutup kemungkinan, selama tenggang waktu tersebut, ada masalah yang berkaitan dengan anggota dewan.

Jadi lanjut Ketua FKB itu, untuk tugas pertama, BK akan melakukan inventarisasi masalah, serta akan mensosialisasikan tata tertib yang baru disahkan kemarin. Sebab tugas utama BK adalah menjaga kehormatan institusi dewan.

Ayub juga berjanji, BK akan menindak tegas, apabila ada oknum anggota dewan yang melakukan pelanggaran, termasuk jika pelanggaran tersebut dilakukan oleh anggota fraksinya sendiri.

Sementara Koordinator LSM Forum Komunikasi Anak Bangsa, Suharyono mengatakan, sejak awal dirinya masih meragukan, jika BK akan bersikap tegas terhadap anggota yang melanggar aturan.

Sebab lanjut Suharyono, di internal anggota dewan masih ada rasa sungkan, untuk menindak tegas sesama anggota dewan yang melanggar. Makanya kata Suharyono, jauh-jauh hari sebelum dibentuknya BK, dirinya sudah mewacanakan agar Anggota BK DPRD Jember, juga diambilkan dari luar institusi dewan. Seperti seorang akademisi.

Meski demikian, Suharyono berharap, agar BK yang sudah terbentuk, dapat menjaga kehormatan institusi dewan. Kemudian yang tak kalah penting, menjelang pelaksanaan pemilu kada, BK segera membuat surat himbauan kepada seluruh anggota dewan, agar tidak terlalu fokus terhadap partai masing-masing.

Karena kata Suharyono, jika anggota dewan terlalu sibuk dengan aktifitas di partainya, maka akan banyak persoalan yang akan terbengkalai. Lalu yang perlu dipahami bersama, saat ini mereka sudah menjadi wakil rakyat, bukan lagi menjadi wakil partai.

(781 views)
Tag: