Kawan KISS FM
Pemerintah Kabupaten Jember menyoroti indikasi penyimpangan dalam rantai distribusi LPG 3 kilogram yang diduga menjadi penyebab kelangkaan di tingkat masyarakat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember, Ratno C. Sambodo, Sabtu 18 April mengungkapkan bahwa persoalan kelangkaan gas melon kemungkinan besar dipicu adanya distorsi dalam proses penyaluran.
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah hingga level agen dan pangkalan, stok LPG 3 kilogram sejatinya dalam kondisi mencukupi, bahkan telah mengalami tambahan pasokan.
Namun demikian, kondisi di lapangan menunjukkan masyarakat masih mengalami kesulitan memperoleh LPG bersubsidi tersebut. Menyikapi hal ini, Pemkab Jember bersama Pertamina memperkuat koordinasi guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG langsung di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai aturan, yakni Rp18 ribu per tabung.
Selain itu, informasi terkait lokasi pangkalan LPG di seluruh wilayah Kabupaten Jember telah disebarluaskan melalui media sosial untuk mempermudah akses masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mempersingkat rantai distribusi sekaligus mencegah potensi penyimpangan.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan agar masyarakat yang tidak berhak tidak menggunakan LPG 3 kilogram, mengingat subsidi tersebut diperuntukkan khusus bagi warga kurang mampu.
Pemkab Jember berharap seluruh pihak dapat menjaga kedisiplinan agar distribusi LPG bersubsidi benar-benar tepat sasaran.
<<<<RUSDI
(50 views)