Kawan KISS FM
Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya banjir luapan Sungai Bedadung dan Sungai Dinoyo. Salah satu langkah yang tengah disiapkan yakni pembentukan dan pengaktifan posko lapangan penanganan darurat bencana sebagai pusat koordinasi saat terjadi keadaan darurat.
Pembina Desa Tangguh Bencana Rambipuji, Mamang Pratidina, Jumat 6 Februari, mengatakan pembentukan posko tersebut merupakan hasil evaluasi penanganan banjir pada pertengahan Januari lalu. Saat itu, penanganan bencana dinilai berjalan cukup baik, meskipun sistem koordinasinya belum tertata secara maksimal.
Namun dari evaluasi tersebut, pihak Destana menilai perlunya sistem manajemen yang lebih terstruktur melalui pembentukan posko lapangan. Posko ini nantinya akan menjadi bagian dari sistem penanganan bencana sesuai regulasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Ia menjelaskan, posko lapangan desa akan terhubung dengan posko induk di tingkat kabupaten. Dalam pelaksanaannya, posko melibatkan berbagai unsur desa, mulai dari pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga relawan dan masyarakat.
Mamang menambahkan, pembentukan posko menjadi bagian dari rencana operasi penanggulangan bencana yang disusun berdasarkan tahapan manajemen bencana, yakni pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana. Melalui posko, koordinasi penanganan bencana diharapkan lebih cepat dan terarah.
Banjir yang melanda Rambipuji sebelumnya berdampak pada tiga wilayah rukun warga dan ratusan rumah terdampak. Namun kejadian tersebut justru meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan mitigasi bencana.
Saat ini, anggota Destana Rambipuji berjumlah sekitar 40 orang yang terdiri dari perangkat desa, relawan, hingga unsur masyarakat seperti ketua RT dan RW. Mereka juga telah mampu mengoperasikan dapur umum secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana. UL-01-Mamang.
Selain pembentukan posko, Destana Rambipuji juga memperkuat sistem peringatan dini dengan membangun jaringan komunikasi relawan di sepanjang aliran Sungai Dinoyo. Sistem ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi potensi banjir sekitar satu hingga dua jam sebelum air mencapai permukiman.
Ulil.
(173 views)