Ratusan Petani Tembakau Jember Senin pagi menggelar aksi unjuk rasa di Depan Pemkab Jember. Mereka kembali mendesak Bupati Jember MZA Djalal, untuk segera turun tangan terkait anjloknya harga tembakau kasturi dan rajang.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, Jumantoro mengatakan, pasca pertemuan dengan pengawas gudang, hari ini petani tembakau belum menerima keputusan terkait harga pembelian.
Untuk itu kata Jumantoro, hari ini petani tembakau menagih janji Pemkab Jember, untuk mendesak pabrikan tembakau, agar menaikkan harga pembelian, serta membeli semua tembakau petani.
Perwakilan pengunjuk rasa ditemui langsung Bupati Jember MZA Djalal. Usai melakukan pertemuan, dihadapan pengunjuk rasa, Djalal mengatakan, agar tidak terjadi kecurigaan antara petani dan pengawas gudang, Pemkab Jember akan melakukan intervensi terhadap penentuan kualitas tembakau/
Menurut Djalal, Pemkab Jember akan membuat surat keputusan, pengawas kualitas tembakau harus berjumlah tiga orang. Perwakilan Dari Pemkab Jember, perwakilan petani, dan dari internal pabrik.
Sebab lanjut Djalal, selama ini untuk pengawas dan penentu kualitas tembakau, hanya berasal dari internal pabrik. Sehingga muncul kecurigaan, ada permainan saat penentuan kualitas tembakau.
Selain itu, Pemkab Jember akan berkirim surat kepada seluruh pemilik pabrik, agar menaikkan harga tembakau kasturi hingga 40 ribu rupiah per kilogram, dan tembakau rajang 35 ribu rupiah per kilogram.
Pantauan Kiss Fm di lapangan, setelah mendapat jawaban dari bupati, pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. Unjuk rasa petani tembakau ini mendapat pengawalan ketat dari Kepolisian Resort Jember.
(1.417 views)