
Kawan KISS FM.
Kerusakan tiga rumah warga akibat gerusan aliran sungai di Lingkungan Kebon Kidul, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, ternyata telah berlangsung sejak sekitar 10 tahun lalu. Kondisi tersebut semakin parah setelah hujan yang mengguyur Jember pada 4 hingga 5 November 2026 memicu keretakan dan ambrolnya sebagian bangunan rumah warga.
Lurah Jember Kidul, Budi Satriyo, kepada KISS FM, Sabtu, 7 November menjelaskan, laporan kejadian dia terima dari pengurus RT dan RW pada Jumat sore, 6 November 2026. Berdasarkan laporan tersebut, pondasi rumah warga sebenarnya sudah lama mengalami penggerusan, tetapi belum tertangani karena keterbatasan ekonomi masyarakat.
Menurut Budi, warga pernah berupaya mengajukan bantuan kepada dinas terkait. Namun, pengajuan tersebut terkendala karena lokasi rumah berada di kawasan bantaran sungai sehingga tidak memenuhi persyaratan bantuan.
Budi menjelaskan, kondisi tanah semakin labil setelah diguyur hujan pada 4 dan 5 November. Kerusakan juga dipengaruhi kondisi jembatan penghubung yang sebelumnya roboh dan berdampak pada pondasi rumah warga di sekitarnya.
Hasil asesmen bersama Dinas PU Pengairan dan Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), Sabtu pagi, menunjukkan kerusakan terutama terjadi pada bagian belakang rumah atau dapur milik warga.
Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Rut Kristiani sempat terperosok ke saluran sungai sedalam sekitar 6 hingga 7 meter saat berusaha mengambil barang-barang dari rumahnya. Beruntung, korban tidak mengalami luka serius dan hanya mengalami lecet pada bagian tangan dan kaki.
Terkait kondisi tempat tinggal warga, Budi menyebut satu rumah masih memungkinkan ditempati karena pondasinya dinilai masih kokoh dan kerusakan hanya terjadi pada area tempat mencuci. Sementara penghuni dua rumah lainnya diarahkan berpindah ke ruangan yang masih utuh dan kuat. Adapun bangunan yang sudah mengalami retakan diimbau untuk ditinggalkan sementara.
Budi menambahkan, penanganan darurat akan dilanjutkan melalui kerja bakti pada Minggu, 8 November 2026, mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 warga, relawan Destana, serta dinas teknis untuk menangani bagian yang dinilai mendesak.
Sementara itu, bantuan awal untuk warga terdampak sudah disalurkan melalui BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Jember. Bantuan dari BPBD berupa peralatan memasak dan terpal, sedangkan Dinas Sosial menyalurkan bantuan sembako.
Budi berharap warga dapat bergotong royong dalam proses penanganan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah di sekitar aliran sungai masih rawan.
ULIL
(13 views)