Kawan KISS FM.
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak atau Dinsos PPPA Kabupaten Jember mulai berkoordinasi untuk menjangkau siswa Sekolah Rakyat yang diduga menjadi korban kekerasan di asrama.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riadi, mengatakan, pihaknya telah menerima informasi awal mengenai kejadian tersebut.
UPT terkait juga telah memantau laporan korban yang masuk melalui hotline PPA pada Selasa pagi, 20 Oktober, sekitar pukul sembilan.
Sugeng menjelaskan, pihaknya masih berkomunikasi dengan korban dan instansi terkait untuk memastikan bentuk pendampingan yang dibutuhkan, termasuk kemungkinan pendampingan psikologis.
Menurutnya, pendampingan tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Dinsos PPPA terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan korban dan pihak Sekolah Rakyat, sekaligus memastikan kesiapan serta kesediaan korban untuk menerima pendampingan.
Sementara itu, terkait status mahasiswa yang disebut bertugas membimbing kedisiplinan siswa, Sugeng mengaku belum mengetahui secara pasti posisi maupun tugas mereka di lingkungan Sekolah Rakyat.
Dinsos PPPA Jember kini masih melakukan komunikasi awal untuk menentukan langkah pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan korban.
Sebelumnya diberitakan, tiga siswa Sekolah Rakyat yang ada di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, diduga menjadi korban penganiayaan oleh pembimbing kedisiplinan di asrama, Minggu malam, 18 Oktober 2026. Akibat kejadian tersebut, salah satu korban berinisial PD mengalami lebam di bagian dada kiri dan sempat menjalani perawatan di puskesmas.
Paman korban, BD, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu malam di dalam asrama. Dugaan penganiayaan bermula ketika seorang siswa kedapatan merokok oleh pembimbing kedisiplinan yang disebut merupakan mahasiswa.
Saat siswa tersebut diduga ditempeleng, siswa lain berusaha membela. Korban kemudian ikut terlibat hingga diduga menjadi sasaran pemukulan dan tendangan di bagian dada serta punggung.
<<<< RUSDI
(42 views)