Antrean Panjang di SPBU, Pertamina Minta Pengguna BBM Diprioritaskan Dibanding Pedagang

Kawan KISS FM.

Pertamina Patra Niaga meminta pengisian BBM di SPBU diprioritaskan bagi masyarakat yang menggunakan bahan bakar untuk kebutuhan langsung, seperti bepergian, transportasi, dan aktivitas ekonomi. Pertamina mengingatkan agar antrean kendaraan tidak dimanfaatkan oleh oknum untuk membeli BBM bersubsidi yang kemudian dijual kembali.

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, Kamis, 10 Oktober mengatakan penambahan pasokan BBM ke SPBU harus diimbangi dengan pengawasan agar benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Ahad, Pertamina tidak ingin tambahan pasokan yang dikirim ke SPBU justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang membeli BBM bersubsidi untuk diperjualbelikan kembali. Karena itu, diperlukan pengawasan bersama agar masyarakat yang menggunakan BBM untuk kebutuhan sehari-hari mendapat prioritas pelayanan.

Ahad meminta dukungan lintas sektor, termasuk aparat penegak hukum serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan di masing-masing wilayah, khususnya Kabupaten Jember, untuk memastikan pelayanan pengisian BBM lebih mengutamakan pengguna langsung.

Ia menegaskan, pengawasan tersebut penting agar peningkatan pasokan BBM benar-benar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan justru memperbesar peluang penyalahgunaan distribusi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Pertamina juga meminta masyarakat ikut mengawasi apabila menemukan aktivitas pengisian BBM yang tidak wajar, terutama untuk produk bersubsidi. Laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135 atau media sosial resmi Pertamina.

Di sisi lain, Ahad mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Menurutnya, antrean di SPBU menunjukkan masyarakat mengetahui bahwa BBM tersedia dan dapat dibeli.

Pertamina, lanjutnya, terus memantau ketersediaan stok di masing-masing SPBU di wilayah Jember dan sekitarnya. Masyarakat juga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan kewajaran serta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi hingga memicu pembelian karena kekhawatiran.

Ahad berharap masyarakat bersama seluruh pemangku kepentingan dapat mengantisipasi potensi lonjakan permintaan BBM agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan pengguna langsung.

Pertamina Patra Niaga juga terus menyesuaikan pola distribusi BBM di seluruh wilayah regional Jatimbalinus, meliputi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, dengan harapan pelayanan dapat kembali berjalan normal.

<<<< ULIL/REZA

(51 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.