
Kawan KISS FM.
Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Jember menyampaikan sejumlah catatan terhadap Rancangan APBD atau RAPBD Tahun Anggaran 2027. Meski memberikan sorotan dan masukan, seluruh fraksi sepakat pembahasan RAPBD 2027 dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Pandangan umum fraksi tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Jember dengan agenda penyampaian pandangan umum terhadap nota pengantar R-APBD 2027, Kamis malam 1 Oktober 2026.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto, mengatakan RAPBD 2027 tidak boleh hanya dipandang sebagai angka pendapatan dan belanja daerah.
Menurutnya, anggaran daerah harus mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan serta penguatan ekonomi masyarakat.
David juga menyampaikan sejumlah catatan terhadap kebijakan RAPBD 2027. Di antaranya transparansi penggunaan utang daerah, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD, serta apresiasi terhadap target PAD yang mencapai Rp1,2 triliun.
Selain itu, Fraksi NasDem menyoroti rencana belanja modal sebesar Rp1,1 triliun agar benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat sinergi untuk mendapatkan dukungan anggaran dari APBN ke Jember.
Fraksi NasDem turut meminta pengelolaan defisit anggaran sekitar Rp987 miliar dilakukan secara disiplin dan terukur. Program homecare dan beasiswa juga diminta dilaksanakan secara tepat sasaran.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut positif dukungan tujuh fraksi DPRD terhadap kelanjutan pembahasan RAPBD 2027. Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan legislatif akan menjadi bahan dalam penyempurnaan APBD 2027 agar sesuai dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Jember.
Fawait menegaskan pemerataan pembangunan menjadi salah satu perhatian utama dalam RAPBD 2027. Pembangunan, kata dia, tidak boleh hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan, tetapi harus menjangkau wilayah pedesaan hingga pelosok.
Menurut Fawait, semangat pemerataan tersebut menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan DPRD, termasuk dalam perubahan APBD 2026 dan APBD 2027.
Selain pembangunan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan, Fawait juga menyoroti penguatan sektor kesehatan.
Setelah menjalankan program Universal Health Coverage atau UHC gratis dan layanan homecare, Pemerintah Kabupaten Jember disebut akan segera meluncurkan layanan kesehatan baru.
Hafit
(41 views)