Dewan Soroti Serapan Belanja Modal Jember Baru 22,07 Persen

Kawan KISS FM.

Serapan belanja modal Pemerintah Kabupaten Jember hingga 12 September 2026, masih rendah. Dari pagu anggaran sekitar 401,5 miliar rupiah, realisasinya baru mencapai 88,6 miliar rupiah atau 22,07 persen.

Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, Selasa 15 September 2026, mengatakan, berdasarkan data Sistem Informasi Keuangan Daerah atau SIKD, belanja modal menjadi komponen belanja dengan serapan terendah dibandingkan jenis belanja lainnya.

Berdasarkan data postur APBD yang diterima DPRD, pendapatan daerah dari pagu 4,3 triliun rupiah telah terealisasi 2,8 triliun rupiah atau 66,56 persen.

Sementara belanja daerah dengan pagu 4,50 triliun rupiah, telah terealisasi 2,5 triliun rupiah atau 56,13 persen.

Untuk belanja pegawai, dari pagu 1,3 triliun rupiah, realisasinya mencapai 1,03 triliun rupiah atau 74,43 persen. Belanja barang dan jasa dari pagu 2,03 triliun rupiah, terealisasi 1,1 triliun rupiah atau 54,36 persen.

Sedangkan belanja lainnya dengan pagu 681,55 miliar rupiah, terealisasi 301,89 miliar rupiah atau 44,30 persen.

Widarto menilai, rendahnya serapan belanja modal perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jember. Sebab, belanja modal berkaitan langsung dengan pembangunan fisik yang manfaatnya dirasakan masyarakat, seperti pembangunan jalan, gedung sekolah, dan fasilitas publik.

Terlebih, dalam perubahan APBD 2026, alokasi belanja modal mendapat tambahan sekitar 200 miliar rupiah, sehingga total pagunya menjadi sekitar 600 miliar rupiah.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, untuk mempercepat realisasi anggaran pada triwulan keempat 2026.

Karena itu, DPRD mendorong Pemkab Jember, khususnya OPD teknis, segera mempercepat proses lelang dan pelaksanaan program pembangunan. Namun, percepatan serapan anggaran tetap harus dilakukan sesuai regulasi dan tidak mengabaikan kualitas pekerjaan. 

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan Pemkab akan mengoptimalkan serapan anggaran pada triwulan keempat.

Fawait menyebut, hingga saat ini total serapan APBD Jember sudah mencapai sekitar 60 persen. Menurutnya, serapan anggaran sebelumnya terkendala kenaikan harga bahan baku, sehingga pemerintah perlu melakukan penyesuaian harga.

Fawait optimistis, serapan anggaran pada akhir tahun 2026 dapat dimaksimalkan hingga kisaran 90 hingga 95 persen.

<<<<Hafit

(51 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.