Pasca Sidak Bupati, Antrean BBM di Sejumlah SPBU Jember Mulai Berangsur Normal

Kawan KISS FM,

Kondisi antrean dan ketersediaan BBM di sejumlah SPBU Kabupaten Jember mulai berangsur normal, Rabu, 9 September 2026.

Pantauan KISS FM pada Rabu siang di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Mayang serta Kertosari, Pakusari, menunjukkan antrean kendaraan untuk BBM jenis Pertalite dan Pertamax sudah tidak terlihat.

Antrean masih ditemukan untuk kendaraan truk dan pembelian BBM jenis solar.

Kondisi serupa juga terlihat di wilayah Jember bagian selatan.

Di SPBU Semboro, antrean kendaraan sudah jauh berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Berangsur normalnya kondisi tersebut menyusul inspeksi mendadak atau sidak yang dilakukan Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajarannya di sejumlah SPBU, Selasa malam.

Sidak tersebut kemudian diikuti dengan penambahan pasokan BBM serta penerapan pembatasan pembelian BBM bagi kendaraan roda dua dan roda empat.

Camat Semboro, Ahmad Fauzi, mengatakan hasil pengecekan bersama pengawas SPBU menunjukkan stok seluruh jenis BBM, mulai Pertalite, Pertamax hingga solar, dalam kondisi aman dan mencukupi.

Pihak kecamatan juga terus memantau pelayanan di SPBU untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan, termasuk memastikan penerapan kebijakan baru Pemkab Jember terkait pembelian BBM.

Untuk kendaraan roda dua, pembelian dibatasi satu kali dalam sehari dengan nilai maksimal Rp50 ribu.

Sementara kendaraan roda empat dibatasi maksimal Rp100 ribu.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jember memastikan distribusi BBM tetap berjalan dan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran Bupati Jember tertanggal 7 September 2026.

Melalui surat edaran tersebut, masyarakat diminta tidak panik menghadapi antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU.

Pemkab memastikan distribusi pasokan tetap dilakukan sesuai jadwal dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Dalam surat edaran itu juga disebutkan adanya pengaturan penyaluran Pertalite dan solar bersubsidi.

Khusus masyarakat umum di wilayah 3 yang meliputi Kecamatan Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari, pengaturan antrean di SPBU diberlakukan setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.

Pengaturan tersebut ditujukan untuk menciptakan antrean yang lebih tertib sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan BBM sesuai kebutuhan.

Pemkab Jember juga menegaskan harga BBM bersubsidi tetap mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Untuk wilayah kecamatan lainnya, distribusi BBM tetap berjalan dan pasokan akan terus disalurkan sesuai jadwal serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan gangguan pasokan BBM yang terjadi beberapa waktu terakhir salah satunya dipengaruhi kelancaran arus lalu lintas pada jalur utama distribusi BBM dari Banyuwangi.

Perbaikan jalan maupun kemacetan di jalur distribusi dapat berdampak langsung terhadap kelancaran pasokan BBM ke Jember hingga memicu antrean kendaraan.

Untuk mengatasi persoalan dalam jangka pendek, Pemkab Jember meminta penambahan pasokan agar antrean di SPBU segera terurai.

Untuk solusi jangka panjang, Pemkab Jember menyiapkan sejumlah skema, termasuk berkoordinasi dengan pimpinan Pertamina di Jakarta untuk membuka alternatif jalur pasokan BBM dari wilayah lain, seperti Surabaya dan Malang.

<<<<

Hafit

(30 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.