Kebakaran Lahan dan Sampah Melanda Sejumlah Titik di Jember

Kawan KISS FM.

Kebakaran melanda sejumlah titik di Kabupaten Jember dalam dua hari terakhir.

Kebakaran terjadi pada lahan bambu, lahan kering, hingga tumpukan sampah.

Kebakaran terbaru terjadi Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 05.00 WIB.

Tumpukan sampah di Jalan Sentot Prawirodirjo, Kelurahan Jember Kidul, terbakar.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Sementara pada Kamis, 3 September 2026, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di beberapa lokasi.

Lahan bambu di Jalan Rasamala, Kelurahan Baratan, terbakar sekitar pukul 13.27 WIB.

Kebakaran kembali terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di lahan bambu kawasan Jalan Mastrip, Tegal Gede.

Pada waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.

Penyebab kebakaran di kedua lokasi tersebut juga belum diketahui.

Personel Damkar Mako C Kalisat, Samhari, mengatakan proses pemadaman di lokasi kebakaran di Sidomulyo dilakukan secara manual karena kondisi medan menyulitkan kendaraan pemadam untuk menjangkau titik api.

Kebakaran dengan luasan lebih besar terjadi di lahan belakang SMA Muhammadiyah, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari.

Berdasarkan laporan BPBD Jember, api membakar sekitar 2,5 hektare lahan milik PUPR.

Material yang terbakar terdiri dari tanaman bambu, daun kering, dan ilalang.

Kondisi lahan yang kering ditambah tiupan angin membuat api berpotensi merambat ke area di sekitarnya.

Lokasi kebakaran berada sekitar 15 meter dari SMA Muhammadiyah.

Asap dari kebakaran sempat masuk ke ruang kelas sehingga berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada tahun sebelumnya.

Saat itu, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke tanaman bambu di sekitar sekolah.

Petugas gabungan BPBD, Damkar, TNI, Polri, Satpol PP, MDMC, pihak sekolah, dan masyarakat melakukan pemadaman menggunakan tangki pemadam serta peralatan manual berupa gepyok.

Setelah melalui proses pemadaman, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.45 WIB.

Kondisi lokasi kemudian dinyatakan aman dan kondusif.

Tim TRC-PB BPBD Jember tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

BPBD Jember mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, khususnya selama musim kemarau.

Material kering di sekitar permukiman maupun fasilitas umum juga perlu dibersihkan untuk mengurangi risiko api merambat dan meluas.

<<<<

ULIL

(66 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.