Harga Daging Ayam Naik 25,54 Persen, Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Jember Agustus 2026

Kawan KISS FM.

Inflasi month to month atau bulanan Kabupaten Jember pada Agustus 2026 mencapai 0,46 persen. Kenaikan inflasi tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan, dengan daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.

Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsi melalui keterangannya, Rabu menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan BPS, inflasi year on year Jember pada Agustus 2026 mencapai 3,04 persen. Sementara secara month to month tercatat 0,46 persen dan year to date sebesar 1,57 persen.

Pada Agustus 2026, kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,43 persen dengan memberikan andil sebesar 0,47 persen terhadap inflasi bulanan Jember.

Dari kelompok tersebut, terdapat sejumlah komoditas pangan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan harga.

Daging ayam ras menjadi komoditas dengan andil terbesar, yakni 0,40 persen, dengan kenaikan harga mencapai 25,54 persen sepanjang Agustus.

Komoditas berikutnya adalah cabai rawit yang memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen. Kemudian ketimun memberikan andil 0,04 persen, sedangkan beras dan tahu mentah masing-masing memberikan andil sebesar 0,03 persen.

Menurut Peni, kenaikan harga sejumlah bahan pangan tersebut salah satunya dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat selama momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan perayaan yang berlangsung di berbagai wilayah Jember turut mendorong permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan.

Di sisi lain, tidak semua komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Sejumlah komoditas justru mengalami penurunan sehingga menahan laju inflasi Jember pada Agustus.

Bawang merah menjadi komoditas yang memberikan andil deflasi paling dalam, yakni minus 0,07 persen, setelah harganya turun sebesar 18,9 persen. 

BPS mencatat penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura tersebut sejalan dengan meningkatnya produksi beberapa komoditas selama Agustus, di antaranya tomat, cabai merah dan bawang merah.

Selain komoditas pangan, perkembangan harga pada Agustus juga dipengaruhi penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi oleh Pertamina. Harga Pertamax turun sekitar 300 rupiah menjadi 15.950 rupiah per liter, Pertamax Green turun sekitar 400 rupiah menjadi 16.600 rupiah, sedangkan Pertamax Turbo turun sekitar 1.000 rupiah menjadi 18.300 rupiah per liter.

Sementara itu, harga emas rata-rata juga mengalami kenaikan sepanjang Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi rebound harga emas dunia setelah mengalami penurunan pada Juli, serta meningkatnya permintaan emas dari bank sentral dan investor global.

<<<< Ulil

(43 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.