
Kawan KISS FM.
Kabupaten Jember masih berada pada fase puncak musim kemarau. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga awal September 2026, dengan curah hujan yang masih sangat rendah dalam dua pekan ke depan.
Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, Kamis 27 Agustus mengatakan puncak kemarau di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Jember, masih berlangsung hingga saat ini.
Menurutnya, kondisi cuaca pada Agustus lebih kering dibandingkan periode pancaroba. Suhu udara tertinggi di Jember dalam beberapa waktu terakhir berada pada kisaran 34 hingga 35 derajat Celsius.
Meski suhu tersebut tidak setinggi saat pancaroba yang dapat mencapai sekitar 36 derajat Celsius, kondisi udara yang lebih kering membuat panas terasa lebih menyengat pada siang hari.
Perbedaan suhu antara siang dan malam juga cukup besar. Pada malam hari, suhu udara cenderung lebih dingin, sementara pada siang hari terasa panas dengan kelembapan yang relatif rendah.
Kondisi kemarau panjang ini turut berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah Jember. Kekeringan bahkan mulai dirasakan untuk kebutuhan air bersih masyarakat maupun sektor pertanian.
Di sejumlah wilayah, petani mulai harus mengatur penggunaan air irigasi secara bergiliran seiring debit sumber air yang semakin berkurang.
BMKG memperkirakan belum ada peningkatan curah hujan yang signifikan hingga awal September. Curah hujan pada periode tersebut diprakirakan masih berada pada kategori sangat rendah, yakni sekitar 0 hingga 10 milimeter.
Hukama menyebut peluang peningkatan curah hujan baru mulai terlihat pada dasarian kedua September, atau sekitar tanggal 10 hingga 20 September 2026.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan hari tanpa hujan, kondisi kekeringan di wilayah selatan dan sebagian wilayah timur-utara Jember tergolong cukup ekstrem. Sejumlah wilayah bahkan telah mengalami periode tanpa hujan hampir 60 hari atau sekitar dua bulan.
Dengan kondisi tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi potensi kekeringan yang masih berlangsung. Setidaknya dalam dua pekan ke depan belum terlihat tanda-tanda hujan yang signifikan di Jember.
Masyarakat, termasuk sektor pertanian, diharapkan dapat menghemat penggunaan air dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca selama puncak musim kemarau masih berlangsung.
<<<< Ulil
(63 views)