Gelombang Tinggi Hambat Pencarian Tiga Nelayan Hilang di Perairan Paseban

Kawan KISS FM.

Pencarian tiga nelayan yang hilang setelah mengalami kecelakaan laut di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Jember, masih menghadapi kendala gelombang tinggi. Hingga pencarian hari pertama dihentikan pada Kamis, 20 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan ketiga korban.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, tiga nelayan yang masih dalam pencarian masing-masing Mujai, 58 tahun, Mohamad Sholihin, 34 tahun, dan Samsul, 45 tahun. Ketiganya merupakan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.

Operasi pencarian Kamis kemarin dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit atau SRU.

SRU pertama melakukan penyisiran di laut menggunakan rubber boat Basarnas. Sementara SRU kedua menyisir garis pantai sepanjang sekitar tiga kilometer.

Namun, pencarian belum membuahkan hasil hingga operasi dihentikan sementara. Kondisi laut dengan gelombang yang mencapai sekitar tiga meter menjadi salah satu kendala utama dalam pencarian. 

Edy memastikan operasi SAR kembali dilanjutkan Jumat, 21 Agustus 2026. BPBD Jember bersama Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi kembali mengerahkan personel untuk melakukan pencarian terhadap tiga nelayan yang masih hilang.

Sebelumnya, kecelakaan laut tersebut menyebabkan satu nelayan meninggal dunia, satu orang ditemukan selamat, sementara tiga lainnya masih dinyatakan hilang.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Sahwiyanto, 46 tahun, warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger. Sementara nakhoda kapal, Samino, 65 tahun, yang juga warga Desa Puger Wetan, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Operasi pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Basarnas Banyuwangi, Relawan Barat Daya, Relawan Kencong, Polairud Polres Jember, serta masyarakat setempat.

Tim gabungan masih berupaya menemukan ketiga nelayan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel selama proses pencarian.

<<<< Hafit

(25 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.