Cuaca Ekstrem, Harga Gabah di Jember Naik Meski Produksi Menurun

Kawan KISS FM.

Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan. Berdasarkan pemantauan Asosiasi Petani Pangan Indonesia, harga GKP kini berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram. Namun, kenaikan harga tersebut dinilai belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani karena hasil panen di sejumlah daerah justru menurun akibat cuaca ekstrem.

Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia, Jumantoro, Sabtu 25 Juli mengatakan kenaikan harga gabah dipicu oleh berkurangnya produksi akibat banyak lahan yang mengalami penurunan hasil panen hingga gagal panen.

Menurut Jumantoro, kondisi tersebut membuat pasokan gabah berkurang sehingga harga di tingkat petani terdongkrak. Meski demikian, ia menegaskan kenaikan harga tidak otomatis membuat petani memperoleh keuntungan lebih besar.

Ia menyebut banyak petani kehilangan hasil panen hingga 50 persen, bahkan sebagian tidak dapat memanen sama sekali. Karena itu, peningkatan harga gabah belum mampu menutup kerugian akibat menurunnya produktivitas.

Dia juga meminta petugas lapangan dan para pemangku kepentingan menyampaikan kondisi riil pertanian kepada pemerintah agar kebijakan yang diambil sesuai dengan fakta di lapangan. Ia sekaligus membantah anggapan bahwa kenaikan harga gabah membuat petani hidup berkecukupan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah kabar kenaikan harga gabah di sejumlah daerah. Di Kabupaten Lamongan, misalnya, harga gabah dilaporkan telah mencapai sekitar Rp8.200 per kilogram sehingga sebagian petani merasakan peningkatan pendapatan. Namun, dia menilai, kondisi di setiap daerah berbeda karena sangat dipengaruhi tingkat keberhasilan panen.

Ulil.

(48 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.