
Kawan KISS FM.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember mulai mengintensifkan langkah antisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan ketersediaan air, percepatan perbaikan jaringan irigasi, hingga pengaturan pola tanam agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Jember, Luhur Prayogo, Jumat 17 Juli mengatakan pihaknya saat ini terus memantau kondisi sumber air di wilayah pertanian sebagai dasar penentuan langkah mitigasi.
Menurutnya, prioritas pertama adalah memastikan ketersediaan air irigasi. Selanjutnya, DTPHP mempercepat perbaikan saluran irigasi melalui Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang mencakup perbaikan jaringan dari hulu hingga ke wilayah hilir.
Ia menjelaskan, kegiatan perbaikan jaringan irigasi tersebut menjadi bagian dari Program Optimalisasi Lahan yang tahun ini menyasar sekitar 7.000 hektare lahan pertanian di Kabupaten Jember. Perbaikan dilakukan pada titik-titik yang dinilai mampu meningkatkan suplai air ke lahan pertanian.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, sejumlah wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan masih menjadi perhatian DTPHP. Di antaranya kawasan Bangsal, Ajung, Gumukmas, Jenggawah, serta beberapa daerah lain yang memiliki keterbatasan pasokan air irigasi.
Meski demikian, Luhur memastikan kondisi tersebut masih dapat diantisipasi sehingga tidak sampai menyebabkan gagal tanam secara luas.
Pihaknya akan terus melakukan pemantauan. Daerah-daerah yang memang rawan kekeringan sudah menjadi perhatian dan diupayakan masih bisa diatasi.
Menghadapi prediksi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang, DTPHP juga telah menyiapkan berbagai langkah pendukung, mulai dari penyediaan pompa air, pompa listrik, hingga percepatan normalisasi saluran irigasi.
<<<<ULIL
(56 views)