
Kawan KISS FM.
Dampak El Nino mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Jember. Krisis air bersih telah terjadi di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, serta Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, seiring memasuki musim kemarau.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jawa Timur, Edi Purwinarto, mengatakan kondisi kekeringan yang terjadi di Jember saat ini masih merupakan fase awal musim kemarau pada periode Juli–Agustus 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026, dengan dampak El Nino yang berpotensi berlanjut hingga awal 2027.
Menyikapi laporan kekeringan di Jember, Edi Purwinarto turun langsung melakukan pemantauan distribusi air bersih di wilayah terdampak pada Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, sebanyak 29 daerah dipetakan berpotensi mengalami kekeringan. Saat ini, 11 daerah telah menetapkan status darurat kekeringan, namun baru enam daerah yang telah melakukan penyaluran bantuan air bersih, termasuk Kabupaten Jember.
Pada Rabu, 15 Juli 2026, Edi juga dijadwalkan melakukan monitoring kondisi kekeringan di Kabupaten Bondowoso.
Sementara itu, penyaluran bantuan air bersih ke Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, dilakukan sejak 2 Juli 2026. Hingga Selasa, 14 Juli 2026, distribusi telah dilakukan sebanyak enam kali dan menjangkau seluruh warga terdampak.
Total sebanyak 29.975 liter air bersih telah disalurkan kepada 66 kepala keluarga atau 158 jiwa di wilayah tersebut.
Di lokasi lain, penyaluran bantuan air bersih untuk warga Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, dilakukan oleh BPBD Kabupaten Jember dengan sasaran sebanyak 325 kepala keluarga.
<<<<HAFIT
(57 views)