
Kawan KISS FM,
Pengelola Wisata Kali Jompo di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, menolak rencana penutupan objek wisata yang diwacanakan Kepala Desa Klungkung. Penutupan disebut didasari sejumlah alasan, mulai dari dugaan kerusakan jalan, kemacetan, belum adanya izin, hingga belum adanya kontribusi pendapatan bagi desa.
Pengelola Wisata Kali Jompo, Zainul Muhtadi, Senin 13 Juli, menyebut rencana tersebut merupakan keputusan sepihak. Menurutnya, wisata yang dikelola selama ini justru menjadi sumber penghasilan bagi puluhan warga sekitar yang bekerja sebagai pedagang maupun petugas operasional.
Zainul menjelaskan, terdapat 16 lapak usaha yang mempekerjakan sekitar 40 warga, ditambah sekitar 27 petugas yang bertugas di kawasan wisata. Ia juga membantah anggapan bahwa kerusakan jalan disebabkan kendaraan wisatawan, karena menurutnya belum ada bukti yang menunjukkan hal tersebut.
Terkait perizinan, Zainul mengatakan pengelola telah merintis pengembangan wisata secara bertahap dan pernah dua kali mengajukan proposal kepada pemerintah desa. Namun, pengajuan tersebut disebut tidak mendapat persetujuan.
Sementara untuk mengantisipasi kemacetan saat akhir pekan, pengelola mengaku telah menyiagakan petugas pengatur lalu lintas di sepanjang akses menuju lokasi wisata.
Hingga berita ini disampaikan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Desa Klungkung terkait pernyataan pengelola yang menolak rencana penutupan Wisata Kali Jompo.
<<<<RUSDI
(76 views)