
Kawan KISS FM,
Musim kemarau mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Jember. Sejumlah lahan padi dan jagung di beberapa kecamatan mengalami kekurangan air, bahkan sebagian terancam gagal panen akibat kekeringan.
Ketua Asosiasi Petani Pangan, Jumantoro, Senin 13 Juli 2026 menjelaskan, salah satu wilayah yang mulai terdampak berada di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa. Di wilayah tersebut terdapat sekitar dua hingga lima hektare lahan padi dan jagung yang produksinya menurun karena kekurangan air. Bahkan, sebagian lahan dilaporkan mengalami gagal panen.
Menurutnya, kondisi serupa mulai dirasakan petani di sejumlah kecamatan lainnya, seperti Jelbuk, Pakusari, Kalisat, Sukowono, hingga kawasan Jember Selatan, meliputi Kecamatan Gumukmas, Puger, Ajung, Sumberbaru, dan beberapa wilayah lain.
Untuk mempertahankan tanaman, petani terpaksa memanfaatkan pompa air, baik dari sumber air tanah maupun sungai irigasi yang masih memiliki debit air. Namun, upaya tersebut dinilai tidak mudah karena ketersediaan air terus berkurang seiring meningkatnya intensitas musim kemarau.
Dia menilai kondisi ini memprihatinkan, terlebih di tengah upaya meningkatkan produksi pangan nasional. Menurutnya, petani harus berjuang memenuhi kebutuhan air agar tanaman tetap dapat bertahan hingga masa panen.
Ia berharap pemerintah segera melakukan langkah antisipasi di wilayah-wilayah yang mulai mengalami kekeringan, agar dampak terhadap produksi pangan dan kerugian petani dapat diminimalkan.
<<<<ULIL
(54 views)