Kawan KISS FM.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pos Meteorologi Jember menyatakan Kabupaten Jember masih berpotensi mengalami hujan lokal selama Juli 2026 meski telah memasuki musim kemarau. Namun, intensitas hujan diperkirakan relatif rendah sehingga tidak mengubah status musim kemarau.
Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, mengatakan hujan yang masih berpeluang terjadi pada Juli merupakan hujan dengan curah di bawah 50 milimeter. Kondisi tersebut masih tergolong normal pada periode musim kemarau.
Dia menyebut jika sudah di atas 50 milimeter, bukan lagi karakteristik musim kemarau.
Hukama menjelaskan, hingga saat ini hari tanpa hujan di Kabupaten Jember masih berada pada kategori menengah, yakni sekitar lebih dari 20 hari berturut-turut. Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat dengan meningkatnya suhu udara dan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.
Seiring berlangsungnya musim kemarau, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang berpotensi muncul, terutama kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kebakaran akibat aktivitas manusia.
Ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan, terutama saat cuaca panas disertai angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diimbau melindungi diri dari paparan panas matahari saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari dengan menjaga kondisi tubuh dan kesehatan kulit.
BMKG juga mengingatkan warga, khususnya yang berada di wilayah rawan kekeringan, agar mulai menggunakan air bersih secara bijak dan menghemat pemanfaatan air tanah guna mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.
<<<<< ULIL
(67 views)