
Kawan KISS FM.
Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, menyebut pemerintah tengah menyiapkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat perekonomian desa.
Widodo mengatakan selama bertahun-tahun terjadi pengeringan likuiditas di desa. Ia menilai uang masyarakat desa lebih banyak dibelanjakan untuk produk yang diproduksi di kawasan industri seperti Karawang, Bekasi, dan Tangerang, sehingga perputaran uang di desa menjadi terbatas.
Widodo juga menilai sistem ekonomi berbasis kapitalisme telah menjangkau hingga ke desa. Ia mencontohkan menjamurnya jaringan warung modern sebagai salah satu fenomena yang menunjukkan perubahan pola ekonomi masyarakat.
Atas dasar itu, menurutnya, pemerintah memilih menjadikan koperasi sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi desa.
Ia mengungkapkan, dari total kredit perbankan nasional sekitar Rp7.541 triliun setiap tahun, sekitar 76 persen disalurkan ke sektor korporasi. Sementara sektor pertanian menerima sekitar Rp500 triliun dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR berada di kisaran Rp250 triliun.
Menurut Widodo, Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk menjadi sarana penyaluran pembiayaan bagi pelaku UMKM, kelompok tani, kelompok nelayan, dan pelaku usaha desa lainnya. Ia menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan di tingkat desa.
Selain membahas koperasi, Samsul juga menyoroti adanya kebocoran ekonomi nasional, termasuk dugaan praktik under invoicing atau pelaporan harga di bawah nilai wajar, pada ekspor sejumlah komoditas.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan APBD untuk mendorong penguatan ekonomi daerah dan menyesuaikan kebijakan dengan tantangan ekonomi yang terus berkembang.
<<<<< RUSDI
(64 views)