
Kawan KISS FM.
Warga Kabupaten Jember mulai merasakan fenomena bediding atau udara dingin pada dini hari hingga pagi, seiring berlangsungnya musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pos Meteorologi Jember mencatat, suhu udara terendah di wilayah Jember sempat mencapai 14 derajat Celsius.
Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, Sabtu 4 Juli menjelaskan kondisi tersebut merupakan karakteristik musim kemarau yang ditandai dengan perbedaan suhu cukup signifikan antara pagi dan siang hari.
Pada siang hari, suhu udara di Jember berkisar antara 31 hingga 33 derajat Celsius. Meski demikian, masyarakat akan merasakan cuaca lebih panas karena kelembapan udara turun hingga di bawah 60 persen, sehingga udara terasa lebih kering.
Sebaliknya, pada pagi hari kelembapan udara meningkat tajam hingga mencapai 99 sampai 100 persen. Kondisi tersebut disertai penurunan suhu udara yang cukup drastis, dengan kisaran 14 hingga 18 derajat Celsius, sehingga memunculkan sensasi udara dingin yang dikenal masyarakat sebagai fenomena bediding.
BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih akan terus berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Bahkan, suhu udara pada pagi hari diprediksi bisa lebih dingin memasuki bulan Agustus yang merupakan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Kabupaten Jember.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan, terutama saat beraktivitas pada pagi dan malam hari yang memiliki suhu lebih rendah. Sementara bagi petani, kondisi musim kemarau juga perlu diantisipasi dengan pengelolaan air yang baik karena udara yang semakin kering berpotensi mempercepat berkurangnya kelembapan tanah.
<<< ULIL
(66 views)