Kekeringan Mulai Melanda Pakusari, Hingga 100 KK di Sumberpinang Kesulitan Air Bersih

Kawan KISS FM.

Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kabupaten Jember. Sedikitnya 80 hingga 100 kepala keluarga (KK) di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sejumlah sumber air mengering.

Kondisi tersebut diketahui setelah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember melakukan asesmen di lokasi pada Rabu, 1 Juli 2026.

Hasil pendataan menunjukkan sedikitnya 10 sumur gali milik warga telah mengering total. Sementara dua sumur bor yang selama ini menjadi sumber utama pasokan air juga tidak lagi mengeluarkan air.

Kepala Markas PMI Kabupaten Jember, Imam Muslim Al Hariri, mengatakan warga kini terpaksa memanfaatkan sumber air alternatif yang kualitasnya kurang layak. Sebagian mengambil air dari sumur bor di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang berbau, sementara lainnya menggunakan air dari bekas galian tambang bata yang keruh dan berbau sehingga tidak layak digunakan untuk mandi maupun dikonsumsi.

Untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari, lanjut Imam, warga terpaksa membeli air galon dari pedagang keliling.

Ia menambahkan, di Desa Sumberpinang sebenarnya tersedia tiga tandon bantuan BPBD Kabupaten Jember serta dua tandon swadaya masyarakat dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter. Namun distribusi air bersih ke tandon tersebut telah terhenti sejak sekitar dua bulan terakhir.

Akibatnya, warga harus berjalan sejauh 200 hingga 500 meter untuk memperoleh air dari sumber alternatif yang masih tersedia.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan hasil asesmen akan menjadi dasar penyaluran bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak. Berdasarkan kondisi di lapangan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah distribusi air bersih hingga sumber air warga kembali normal.

Menurutnya, PMI akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember serta instansi terkait agar penanganan krisis air bersih di Desa Sumberpinang dapat segera dilakukan selama musim kemarau berlangsung.

Hafit

(98 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.