Ratusan Santri di Jenggawah Dibekali Edukasi Deforestasi hingga Pengelolaan Sampah Organik

Kawan KISS FM.

Sebanyak 300 santri Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, mengikuti seminar edukasi lingkungan dan workshop pembuatan eco enzyme yang digelar bekerja sama dengan Ecoton Foundation. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan sekaligus membekali santri dengan keterampilan mengelola sampah secara berkelanjutan.

Seminar dibuka oleh Wakil Kepala Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi, Dr. Kholisatul Widad. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun kepedulian terhadap lingkungan sebagai upaya menciptakan kawasan pesantren yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga pondok.

Pada sesi edukasi, peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini, memaparkan dampak deforestasi dan ancaman mikroplastik terhadap lingkungan maupun kesehatan manusia. Ia menjelaskan, kerusakan hutan dan pencemaran plastik merupakan persoalan yang saling berkaitan sehingga memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan santri sebagai generasi muda.

Manajer Divisi Advokasi Ecoton, Alex Rahmatullah mengatakan, timnya juga memperkenalkan berbagai strategi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren. Materi yang disampaikan meliputi pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengolahan sampah organik, hingga penerapan gaya hidup minim sampah atau zero waste dalam aktivitas sehari-hari.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan eco enzyme. Dalam workshop tersebut, para santri mempelajari cara mengolah limbah organik rumah tangga menggunakan komposisi bahan yang tepat untuk menghasilkan eco enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih alami, pupuk cair, maupun pendukung pengolahan sampah organik.

Melalui kolaborasi ini, Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi berharap para santri tidak hanya memahami berbagai persoalan lingkungan secara teoritis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dengan menerapkan perilaku ramah lingkungan di lingkungan pesantren, keluarga, maupun masyarakat.

<<<<ULIL

(67 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.