OJK Soroti Kesenjangan Literasi Keuangan di Tengah Pertumbuhan Sektor Jasa Keuangan Sekar Kijang

Dicky Kartikoyono (tengah)

Kawan KISS FM.

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat sektor jasa keuangan di wilayah Sekar Kijang mengalami pertumbuhan hingga April 2026. Kendati demikian, literasi keuangan di Sekar Kijang Jingga saat ini masih rendah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, Jumat, mengatakan penyaluran kredit di wilayah Sekar Kijang masih didominasi kredit usaha rakyat atau KUR mikro.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan besarnya peran pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Dari sisi pasar modal, jumlah investor di wilayah Sekar Kijang mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Hingga April 2026, jumlah investor meningkat 62,76 persen dan telah mencapai lebih dari 400 ribu investor. OJK menilai peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi dan mengelola keuangan secara produktif.

Selain itu, perusahaan pembiayaan di wilayah Sekar Kijang juga mencatat pertumbuhan positif. Nilai pembiayaan meningkat 9,5 persen secara tahunan dari Rp4,46 triliun menjadi Rp4,88 triliun. Pertumbuhan di berbagai sektor jasa keuangan ini menunjukkan kondisi industri keuangan daerah yang tetap sehat dan berkembang.

Meski demikian, OJK mengingatkan masih adanya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 92 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan baru sekitar 60 persen.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko karena banyak masyarakat telah menggunakan layanan keuangan tanpa memahami secara memadai manfaat dan risikonya.

Atas kondisi tersebut OJK mendorong penguatan edukasi keuangan berbasis komunitas serta peningkatan perlindungan konsumen, khususnya pada layanan keuangan digital. OJK juga berupaya memastikan seluruh produk keuangan lebih transparan, termasuk terkait bunga, mekanisme penagihan, tenor pinjaman, dan risiko yang harus dipahami masyarakat sebelum menggunakan layanan keuangan.

<<<<< Rusdi

(66 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.