Masyarakat Beralih Investasi Emas, Bank di Jember Kesulitan Cari Nasabah

Aris Budiman

Kawan KISS FM.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember menyoroti tren peralihan dana masyarakat ke investasi emas yang diduga menjadi salah satu penyebab perbankan kesulitan menghimpun dana pihak ketiga (DPK). Kondisi tersebut terlihat dari penurunan DPK bank umum yang terjadi secara berturut-turut sejak Januari hingga April 2026.

Kepala OJK Jember, Aris Budiman, Selasa 23 Juni mengatakan pertumbuhan DPK bank umum masih mencapai 11,95 persen atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 11,40 persen. Sementara itu, DPK pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tumbuh 6,1 persen. Namun, tren penurunan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian karena menunjukkan perubahan perilaku masyarakat dalam menempatkan dana.

Menurut Aris, sejumlah pelaku perbankan mengaku semakin sulit mencari nasabah dan menghimpun simpanan masyarakat. Fenomena tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya minat masyarakat untuk mengalihkan dana ke instrumen investasi yang dinilai lebih menguntungkan, terutama emas.

OJK Jember melihat lonjakan harga emas pada Maret hingga April lalu menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya minat investasi masyarakat. Ketidakpastian geopolitik global juga turut memicu kenaikan harga emas sehingga instrumen tersebut semakin diminati sebagai aset lindung nilai.

Indikasi peralihan dana ke emas terlihat dari meningkatnya aktivitas investasi emas melalui Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kedua lembaga keuangan tersebut menyediakan layanan investasi emas yang mudah diakses masyarakat, termasuk melalui platform digital.

<<<< Rusdi

(91 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.