
Kawan KISS FM.
Pusat Studi Gender Unej menggelar diskusi publik buku Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching di Aula Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Kamis 11 Juni 2026.
Diskusi menghadirkan penulis buku Soe Tjen Marching, penulis dan editor Penerbit Margin Kiri Dwi Pranoto, serta Ketua Pusat Studi Gender Unej Dr. Linda Dwi Eriyanti.
Dalam pemaparannya, Soe Tjen Marching menjelaskan bahwa novel Dari Dalam Kubur lahir dari kegelisahan atas banyaknya pengalaman korban kekerasan dan diskriminasi yang tidak tercatat dalam sejarah resmi. Dia berupaya mengangkat kisah-kisah yang terinspirasi dari pengalaman nyata dan menggambarkan trauma serta ketidakadilan yang dialami kelompok-kelompok yang selama ini kurang mendapat ruang untuk bersuara.
Menurut Soe Tjen Marching, sastra memiliki kekuatan yang kerap diremehkan. Ia menyoroti bagaimana ilmu sosial, humaniora, dan linguistik sering dipandang sebelah mata di Indonesia, padahal bidang-bidang tersebut memiliki kemampuan besar untuk mempengaruhi cara pandang masyarakat melalui bahasa dan tulisan.
Sebagai contoh, ia menyinggung tulisan Ki Hajar Dewantara berjudul Seandainya Aku Seorang Belanda yang memicu kemarahan pemerintah kolonial hingga berujung pada pengasingan sang penulis. Baginya, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa bahasa dan tulisan dapat menjadi instrumen perubahan sosial yang nyata. Sebab, sastra bisa menjadi sarana menyampaikan kisah sejujurnya di tengah tantangan dan hambatan kebebasan berekspresi.
Sementara itu, Dwi Pranoto menilai sastra memiliki kemampuan untuk menghadirkan realitas sosial secara lebih mendalam. Menurutnya, karya fiksi dapat menjadi medium untuk memahami pengalaman manusia dan berbagai persoalan sosial yang tidak selalu tergambar dalam data maupun laporan formal.
Dari perspektif gender dan ilmu sosial, Linda Dwi Eriyanti menyoroti masih kuatnya ketidakadilan yang dialami perempuan dan kelompok rentan akibat berbagai faktor, mulai dari gender, kelas sosial, identitas budaya hingga posisi politik. Ia menegaskan pengalaman kelompok-kelompok tersebut sering kali tidak memperoleh ruang yang memadai dalam narasi dominan.
<<<< Ulil
(57 views)