Jemaah Haji Jember Bersiap Geser ke Madinah, Tawaf Wada’ Digelar Sehari Sebelum Keberangkatan

Kawan KISS FM.

Jemaah haji asal Kabupaten Jember yang saat ini masih berada di Makkah mulai bersiap memasuki tahapan berikutnya dalam rangkaian ibadah haji, yakni perpindahan ke Madinah, Selasa 9 Juni 2026. Meski demikian, jadwal resmi pergeseran antar kota suci tersebut masih menunggu penetapan dari pihak penyelenggara haji di Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, mengatakan saat ini para jemaah masih memanfaatkan waktu di Makkah untuk memperbanyak ibadah sunah, seperti umrah sunah dan salat berjamaah di Masjidil Haram sambil menunggu jadwal pergeseran ke Madinah.

Menurutnya, berdasarkan estimasi sementara, proses perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah diperkirakan berlangsung pada 14 hingga 16 Juni 2026. Kloter 90 diperkirakan menjadi rombongan pertama yang bergerak pada 14 Juni, sedangkan Kloter 97 diperkirakan berangkat pada 16 Juni.

Namun demikian, Nur Sholeh menegaskan jadwal tersebut masih bersifat perkiraan karena jadwal resmi dari sektor pelayanan haji Arab Saudi belum diterbitkan.

Sebelum meninggalkan Makkah menuju Madinah, seluruh jemaah dijadwalkan melaksanakan tawaf wada’ atau tawaf perpisahan. Ibadah tersebut rencananya dilakukan sehari sebelum keberangkatan masing-masing kloter. Tawaf wada’ akan dilaksanakan H-1 sebelum kepindahan ke Madinah.

Nur Sholeh menambahkan, secara umum seluruh jemaah haji Jember telah menyelesaikan tahapan utama ibadah haji, baik rukun maupun wajib haji. Saat ini para jemaah tinggal memperbanyak amalan-amalan sunah selama berada di Makkah.

Lebih lanjut Sholeh meminta doa dari keluarga jemaah dan masyarakat Jember agar seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

<<<< REZA

Harga Timun Anjlok Rp1.000 per Kilogram, Petani Jember Akan Bagikan Gratis Dua Kuintal Hasil Panen

Kawan KISS FM.

Anjloknya harga timun di tingkat petani membuat hasil panen tidak lagi sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI), Jumantoro, berencana membagikan dua kuintal timun secara gratis kepada masyarakat Jember.

Pembagian timun gratis dijadwalkan berlangsung pada Rabu pagi 10 Juni 2026 di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus untuk menunjukkan kondisi yang tengah dihadapi petani akibat rendahnya harga jual hasil panen.

Saat ini harga timun di tingkat petani hanya berkisar Rp1.000 per kilogram. Padahal, berdasarkan perhitungan petani, harga yang dinilai aman agar petani tetap memperoleh keuntungan berada pada kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram.

Rendahnya harga timun terjadi di tengah tingginya biaya produksi pertanian. Petani harus menanggung kenaikan biaya sarana produksi seperti pupuk non-subsidi, pestisida, dan upah tenaga kerja. Kondisi tersebut membuat keuntungan petani semakin menipis, bahkan berpotensi mengalami kerugian.

Menurut Jumantoro, tren penurunan harga timun telah berlangsung hampir satu bulan terakhir. Harga terus merosot tanpa adanya perbaikan yang signifikan di tingkat petani.

Sebelum menyiapkan dua kuintal timun untuk dibagikan kepada masyarakat, Jumantoro mengaku telah lebih dahulu membagikan sekitar lima kuintal hasil panennya kepada tetangga dan warga di sekitar tempat tinggalnya.

Aksi berbagi hasil panen tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian terhadap kondisi petani hortikultura yang kerap menghadapi fluktuasi harga ekstrem. Di satu sisi biaya produksi terus meningkat, namun di sisi lain harga jual hasil panen sering kali jatuh.

<<<< ULIL

(79 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.