Peluang El Nino Kuat Capai 60 Persen, BMKG Prediksi Puncak Kemarau Jember pada Agustus

Kawan KISS FM,

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi penguatan fenomena El Nino dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan pemantauan terbaru, peluang El Nino di Jawa Timur termasuk Jember berkembang menjadi kategori kuat mencapai 60 persen.

Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, menjelaskan bahwa kondisi saat ini menunjukkan El Nino sudah terbentuk dengan intensitas lemah hingga moderat.

Fenomena tersebut diperkirakan akan terus menguat pada satu hingga dua bulan mendatang sebelum mulai melemah pada September hingga Desember 2026.

Menurut Hukama, berdasarkan analisis suhu permukaan laut atau sea surface temperature, wilayah Samudra Pasifik saat ini mengalami kondisi yang lebih hangat. Kondisi tersebut memicu peningkatan pembentukan awan dan curah hujan di kawasan Pasifik, sementara wilayah Indonesia justru berpotensi mengalami pengurangan pembentukan awan akibat suhu laut yang lebih dingin.

Dampak tersebut terutama berpotensi dirasakan di Indonesia bagian timur, termasuk Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, sebagian Maluku, hingga beberapa wilayah di Sumatera.

Untuk indeks ENSO dasarian kedua Mei tercatat sebesar satu. Kondisi ini menunjukkan El Nino sudah terjadi dengan kategori lemah menuju moderat.

Lebih lanjut, Hukama menjelaskan peluang El Nino lemah saat ini mencapai 100 persen, sedangkan peluang berkembang menjadi El Nino moderat mencapai 95 persen. Sementara itu, peluang El Nino menguat hingga kategori kuat mencapai 60 persen.

Menurutnya, persentase tersebut tergolong tinggi sehingga perlu menjadi perhatian berbagai pihak, terutama sektor pertanian, sumber daya air, dan kebencanaan yang rentan terdampak musim kemarau berkepanjangan.

BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau di Kabupaten Jember akan terjadi pada Agustus 2026. Setelah itu, intensitas El Nino diprediksi mulai menurun secara bertahap mulai September hingga akhir tahun.

Masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi dampak musim kemarau yang berpotensi lebih kering dibanding kondisi normal, termasuk dengan melakukan pengelolaan sumber daya air secara bijak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan maupun kebakaran lahan.

Ulil

(58 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.