Dua Jemaah Haji Asal Jember Wafat di Tanah Suci

Kawan KISS FM.

Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Jember yang tergabung dalam Kloter 90 dilaporkan meninggal dunia usai melaksanakan rangkaian ibadah haji di Makkah.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Nur Sholeh, kepada KISS FM, Selasa 2 Juni mengatakan jemaah yang wafat tersebut bernama Supandi. Almarhum meninggal dunia setelah melaksanakan tawaf ifadah di sekitar Masjidil Haram.

Setelah selesai dan usai salat subuh, pihaknya mendapat kabar bahwa yang bersangkutan meninggal dunia di sekitar Masjidil Haram. Kini semua proses penanganan sudah dilakukan.

Menurutnya, dugaan sementara almarhum mengalami kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga.

Dengan meninggalnya Supandi, jumlah jemaah haji asal Jember yang wafat di Tanah Suci hingga saat ini menjadi dua orang. Sebelumnya, seorang jemaah bernama Ngatiyah juga meninggal dunia saat menjalani sai pada pelaksanaan umrah wajib.

Kemenag berharap tidak ada lagi penambahan jumlah jemaah yang meninggal dunia hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dilaksanakan.

Nur Sholeh menjelaskan, sebagian besar jemaah haji asal Jember telah menuntaskan tawaf ifadah. Namun, masih terdapat sejumlah jemaah lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi (risti) yang belum melaksanakan ibadah tersebut karena menunggu kondisi yang lebih memungkinkan.

Untuk membantu jemaah lansia dan risti, petugas haji sektor setempat telah menyiapkan pendampingan khusus. Meski demikian, biaya penggunaan jasa pendorong kursi roda maupun transportasi mobil golf di area Masjidil Haram tetap menjadi tanggungan masing-masing jemaah.

Nur Sholeh menjelaskan, petugas hanya membantu pengaturan jadwal dan pendampingan. Sementara jasa pendorong kursi roda disediakan secara resmi oleh pihak setempat.

Biaya layanan pendamping kursi roda maupun mobil golf berkisar antara 500 hingga 600 riyal. Informasi mengenai pembiayaan tersebut, lanjut Nur Sholeh, telah disampaikan kepada seluruh calon jemaah sejak pelaksanaan manasik haji di Tanah Air.

Selain kursi roda, Pemerintah Arab Saudi juga menyediakan layanan mobil golf bagi jemaah yang masih mampu berjalan menuju area keberangkatan. Layanan tersebut dioperasikan oleh pengemudi resmi dan menggunakan sistem tiket per orang, bukan berdasarkan sewa kendaraan secara penuh.

<<<<< REZA

(59 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.