Jelang Armuzna, Jemaah Haji Jember Diminta Jaga Stamina dan Ikuti Persiapan Lapangan di Arafah-Mina

Kawan KISS FM.

Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah haji asal Kabupaten Jember mulai memasuki fase persiapan penting sebelum pelaksanaan wukuf. Jadwal jemaah menuju rangkaian Armuzna berlangsung pada 8 Dzulhijjah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026 dan puncak pelaksanaan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, kepada KISS FM, Kamis 21 Mei mengatakan bahwa pada fase ini jemaah diimbau untuk mulai mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting, terutama yang berpotensi menguras stamina.

Menurutnya, antusiasme jemaah untuk beribadah di Masjidil Haram sangat tinggi. Namun, pihaknya terus melakukan pengendalian agar kondisi fisik jemaah tetap terjaga menjelang puncak ibadah haji.

Sebab, keinginan jemaah untuk salat di Masjidil Haram dinilai luar biasa. Pihaknya berusaha membendung agar mereka tidak terlalu banyak aktivitas yang menguras tenaga, kecuali ibadah ringan seperti zikir dan salat.

Ia menegaskan, puncak haji merupakan fase terpenting dalam seluruh rangkaian ibadah, sehingga kesiapan fisik menjadi faktor utama agar jemaah dapat melaksanakan wukuf dengan sempurna. Reza-02-Sholeh.

Terkait persiapan di lapangan Armuzna, Nur Sholeh menjelaskan bahwa tahun ini dilakukan sejumlah langkah antisipasi, termasuk visitasi dari sektor dan daerah kerja untuk pembinaan jemaah, baik dari aspek kesehatan maupun teknis pelaksanaan.

Selain itu, setiap kloter juga mendapat kesempatan melakukan supervisi dan observasi langsung ke lokasi Arafah dan Mina. Untuk Kloter 97, kegiatan tersebut dilakukan pada hari yang sama dengan pembatasan peserta sebanyak lima orang per kloter. Tujuannya agar saat jemaah menuju ke Arafah dan Mina, pihaknya sudah mengetahui posisi tenda dan lokasi yang akan ditempati.

Ia menambahkan, masing-masing kloter juga telah menyiapkan penanda berupa banner bertuliskan nomor kloter untuk memudahkan identifikasi lokasi tenda, sehingga seluruh jemaah, baik dari KBIH maupun jemaah mandiri, dapat berkumpul di titik yang sama tanpa perbedaan.

Terkait kondisi kesehatan jemaah, Nur Sholeh menyebutkan bahwa memang terdapat beberapa jemaah dengan kategori risiko tinggi (risti). Namun hingga saat ini tidak ada jemaah asal Jember yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan sehat dan sempurna, khususnya saat pelaksanaan wukuf yang menjadi inti dari ibadah haji.

Nur Sholeh juga mengajak masyarakat Jember untuk turut mendoakan kelancaran dan kesehatan para jemaah selama menjalani puncak ibadah haji di Tanah Suci.

<<< Reza

(19 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.